Bolehkah Menghardik Mereka Yang Meminta-minta?

Di dalam harta kita ada hak orang lain. Ada hak mereka yang membutuhkan, baik bagi mereka yang meminta maupun mereka yang menjaga kehormatan diri sehingga tidak meminta walaupun membutuhkan.

وَفِيٓ أَمۡوَٰلِهِمۡ حَقّٞ لِّلسَّآئِلِ وَٱلۡمَحۡرُومِ

Dan pada harta benda mereka ada hak orang ĺ yang meminta, dan orang miskin yang tidak meminta. (Adz Dzariyat: 19).

Ayat ini mengonfirmasi bahwa ada dua golongan orang yang membutuhkan. Pertama mereka yang butuh dan meminta pertolongan pihak lain. Kedua, mereka yang memelihara diri dari meminta-minta kendati butuh karena sedang mendapat musibah, dalam keadaan faqir dan lain sebagainya.

Bagi mereka yang datang meminta-minta karena butuh, agama melarang untuk mencerca, menghina dan memarahi mereka.

وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنۡهَرۡ

Dan terhadap orang yang meminta-minta janganlah engkau menghardik(nya). (Adh-Dhuhaa: 10).

Orang yang meminta dalam ayat tersebut mencakup semua orang yang meminta harta, meminta ilmu dan lain hal sebagainya yang termasuk kebutuhan hidup. Artinya larangan menghardik itu berlaku kepada semua orang yang dimintai bantuan. Perlakukan mereka semua dengan kasih sayang dan kelembutan serta sopan santun.

Ibnu Ishaq sebagaimana dikutip oleh Ibnu Katsir menyebut bahwa yang dimaksud ayat dalam surah Adh Dhuha di atas ialah

فلا تكن جبارا ولا متكبرا ولا فحاشا ولا فظا على الضعفاء من عباد الله

jangan sewenang-wenang, jangan angkuh, jangan kelewat batas, jangan kasar kepada orang-orang lemah yang merupakan hamba-hamba Allah.

Kendati demikian, Islam tidak menganjurkan umatnya untuk menjadi peminta-minta. Sehingga tidak semua orang boleh meminta-minta, karena ada syarat yang mesti diperhatikan. Sebagaimana pesan Nabi Muhammad Saw kepada Qabishah dalam hadis riwayat Imam Muslim bahwa meminta-minta itu tidak halal kecuali masuk dalam tiga kategori berikut:

Pertama, orang yang menanggung beban berat seperti hutang harta untuk mendamaikan kedua belah kubu, dan bukan hutang untuk hal yang maksiat. Orang ini boleh meminta sampai urusannya selesai atau tercukupi setelah itu ia berhenti meminta-minta.

Kedua, orang yang terkena bencana atau musibah, sehingga harta bendanya musnah. Orang ini halal meminta-minta sampai terpenuhi kebutuhannya yang mutlak (sangat penting dan diperlukan), setelah itu harus berhenti. Baca juga…

Ketiga, orang yang ditimpa kemiskinan dan kemelaratan. Tandanya ia disaksikan oleh tiga orang yang menyatakan bahwa dia benar-benar miskin dan melarat. Dia boleh meminta-minta sampai tercukupi kebutuhan pokoknya, lalu berhenti.

Selain tiga kondisi di atas meminta-minta dilarang dan haram pula memakan hasilnya. Sehingga meminta-minta di sini masuk dalam kategori darurat dan temporer, bukan sebagai profesi atau untuk memperkaya diri apalagi menumpuk harta.

Sebab Islam tidak mendidik umatnya menjadi lemah dan malas berupaya. Justru Allah memerintahkan kaum muslimin untuk bekerja secara optimal dan berusaha sebaik mungkin bukan berpangku tangan apalagi meminta-minta.

مَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَسْأَلُ النَّاسَ حَتَّى يَأْتِيَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ فِي وَجْهِهِ مُزْعَةُ لَحْمٍ

Ada orang yang senantiasa meminta-minta kepada manusia, sampai datang hari kiamat orang itu dalam keadaan tanpa sepotong daging pun di wajahnya (HR. Bukhari).

Itu sebabnya Nabi Muhammad Saw mengabarkan bahwa mukmin yang kuat itu lebih baik dari mukmin yang lemah. Beliau juga menanamkan nilai pada umatnya bahwa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah.

الْيَدُ الْعُلْيَا خَيْرٌ مِنَ الْيَدِ السُّفْلَى، وَابْدَأْ بِمَنْ تَعُولُ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ عَنْ ظَهْرِ غِنًى ، وَمَنْ يَسْتَعْفِفْ يُعِفَّهُ اللَّهُ، وَمَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِهِ اللَّهُ

Tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Mulailah (dalam membelanjakan harta) dengan orang yang jadi tanggung jawabmu. Sedekah paling baik adalah yang dikeluarkan dari kelebihan kebutuhan. Siapa berusaha memelihara diri, Allah akan memeliharanya. Siapa yang berusaha tidak bergantung (pada orang lain atau berusaha mencukupi kebutuhannya), Allah akan memberinya kecukupan. (HR. Bukhari).

#miskin

Rekomendasi
Komentar
Loading...