Berdoa di Kuburan Nabi dan Wali Allah Itu Mustajab

Ziarah ke makam wali dan nabi, doa jadi mustajab, teladan para ulama saleh

Imam Adz Dzahabi sendiri adalah seorang ‘alim al-hāfizh muhaddits mu’arrikh (sejarawan) ternama yang berasal dari negeri Damaskus dan pernah belajar ke Mesir.

Keterangan lain, Imam Malik misalnya dalam kitabnya al-Muwaththa dengan riwayat dari Imam Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibany (hal. 334, hadits nomor 948) menyampaikan sebuah riwayat di mana Abdullah bin Dinar berkata, bahwasannya Ibnu Umar -salah seorang sahabat utama Rasulullah Saw- apabila beliau hendak bepergian atau baru pulang dari bepergian, yang beliau lakukan terlebih dahulu adalah mendatangi (berziarah) ke kuburan Rasulullah Saw, kemudian beliau shalat di sampingnya, lalu berdoa, kemudian baru beliau pergi.

Setelah menyampaikan hadits di atas, sambung Doktor Aep, Imam Muhammad bin al-Hasan asy-Syaibany kemudian berkata: “Demikian sepatutnya yang dilakukan seseorang ketika baru tiba di Madinah, yaitu terlebih dahulu mendatangi (berziarah) ke kuburan Rasulullah Saw.”

Baca juga: Wali Allah yang Dicemburui Para Nabi dan Syuhada

Imam asy-Syafi’i, tambahnya, beliau pun melakukan hal yang sama. Ali bin Maimun berkata: “Aku mendengar Imam Syafi’i ra bertutur: “Sesungguhnya aku bertabarruk (mencari berkah) dengan Imam Abu Hanifah, dan aku setiap hari datang menziarahi kuburnya. Apabila aku ada hajat keinginan, aku shalat dua rakaat, kemudian aku mendatangi kubur beliau (Imam Abu Hanifah), dan aku berdoa kepada Allah untuk hajatku itu di samping kuburan beliau. Tidak lama kemudian hajatku pun (Alhamdulillah) dikabulkan-Nya.”

Keterangan Imam Syafi’i tersebut bisa dilihat dalam kitab Tārikh Baghdâd, karya Imam Abu Bakr Ahmad bin Ali bin Tsabit al-Khathîb al-Baghdâdi (w 463 H), 1/445; kemudian, bisa dilihat juga dalam kitab Akhbār Abî Hanîfah Wa Ashhābih, karya al-Imam al-Husain bin Ali bin Muhammad Abu Abdillah ash-Shaimary al-Hanafy (w 436 H), hal. 94, 95).

Selain itu, seorang Syaikh Syuyûkh al-Qurrā’, al-Imam al-Hafizh Syamsuddin Abul Khair Ibnul Jazary- seorang ulama, gurunya para qurrā’ (ahli qira’at) yang berasal dari negeri Damaskus dan pernah belajar lama di Mesir (w 833 H) juga melakukan hal yang sama.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi