Benarkah Gerakan dalam Dzikir Terlarang? Ini Dalilnya!

Nabi tidak mengingkari dan mencela apa yang mereka perbuat dan membolehkannya

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai apa yang diniatkannya (HR. Bukhari).

Ibnu Katsir dalam karyanya al Bidayah wa an Nihayah serta Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya’ menyebutkan riwayat bahwa sayyidina Ali pernah berkata tentang para sahabat Nabi. Abu Arakah berkata, “Aku pernah shalat Subuh bersama Ali ibn Abi Thalib. Tatkala ia memalingkan wajahnya ke arah kanan, ia lalu duduk sambil diam, seolah hatinya sedang tertekan. Ketika sinar matahari telah masuk ke dalam masjid, ia shalat dua rakaat. Lalu ia membalikkan telapak tangannya sambil berkata, ‘Demi Allah, aku telah melihat para sahabat Nabi. Dan hari ini, aku tidak melihat orang seperti mereka. Mereka menyambut pagi dengan rambut kusut dan berdebu. Dan di wajah mereka seolah ada duka cita. Mereka menghabiskan malam dengan bersujud kepada Allah dan membaca al-Qur’an. Dan kala subuh tiba, mereka berzikir kepada Allah sambil bergerak seperti bergeraknya pohon pada saat angin berhembus. Air mata mereka bercucuran sampai membasahi baju mereka.”

فإذا أصبحوا فذكروا الله مادوا كما يميد الشجر في يوم الريح

“Dan kala subuh tiba, mereka berdzikir kepada Allah sambil bergerak seperti pohon yang bergoyang ketika diterpa angin”.

Pernyataan sayyidina Ali ibn Abi Thalib di atas sangat jelas menggugurkan pendapat kalangan yang mengatakan bahwa hal tersebut bid’ah haram dan menetapkan bahwa gerakan dalam dzikir itu boleh secara mutlak.

Dalam salah satu risalahnya, Syaikh Abdul Ghani an-Nablusi menjadikan riwayat tersebut sebagai dalil dianjurkannya bergerak-gerak saat dzikir. Sebab dengan jelas menyebutkan bahwa para sahabat Nabi bergerak-gerak di kala mereka berzikir. Karena seseorang tidak dihukum ketika dia bergerak, berdiri atau duduk dalam keadaan apa saja, asalkan dia tidak melakukan suatu tindakan maksiat.

Jika dicermati, banyak pula ibadah dalam Islam yang menggabungkan antara gerakan dan dzikir. Misal, ketika melakukan gerakan shalat, saat thawaf sambil membaca talbiyah, melempar jumrah dan lain sebagainya. Sehingga sebenarnya, para sufi pun dalam berdzikir pun bersumber dari praktik para sahabat. Sebab kaum sufi ialah kelompok yang menghidupkan sunnah nabi Saw bukan sebaliknya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi