Bahagia Ketika Shalat
Orang yang mendirikan shalat itu seyogyanya wajahnya lepas (tanpa beban dan keluhan)
Secara bahasa, farah artinya suka cita, kebahagiaan, kesenangan, kegembiraan, kegirangan. Menurut Al Qurthuby, farah ialah menemukan kelezatan di dalam qalbu.
Dengan kata lain, agar kita tidak tergolong shalatnya orang munafik, maka kita perlu menemukan kelezatan dalam setiap shalat sehingga tidak malas-malasan dalam mendirikannya, mengabaikan substansi dan esensinya serta tidak berdampak baik dalam kehidupan sehari-hari.
Padahal shalat dilukiskan al Qur’an bisa mencegah diri dari perbuatan yang keji dan munkar. Ibnu Mas’ud berkata, siapa yang shalatnya tidak memerintahkan dirinya pada yang ma’ruf dan mencegah dari hal yang munkar, maka dia tidak bertambah dari Allah kecuali semakin jauh.
Oleh karena itu di sinilah pentingnya keikhlasan dan kekhusyu’an dalam shalat serta kegembiraan dalam melaksanakannya. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

