Apakah Para Sahabat Menggelar Maulid Nabi Saw?

Maulid Nabi Muhammad Saw termasuk tradisi dan bukan tergolong ibadah

Maulid digelar sebagai bentuk syukur kepada Allah Swt dan Nabi Muhammad Saw dan untuk menumbuhkan rasa syukur dan cinta kepada beliau sekaligus mengingatkan kembali akan akhlak, sirah, dan ajarannya.

Tidak benar jika Maulid Nabi Saw sebagai bentuk penghormatan dan pengagungan terhadap beliau lalu mengisi acara tersebut dengan hal yang dilarang secara syariat atau bertentangan dengan budaya baik masyarakat setempat.

Segala jenis perkumpulan, termasuk maulid adalah kesempatan emas untuk berdakwah kembali pada Allah Swt. Maulid menjadi ajang para da’i dan ulama yang berkewajiban mengingatkan umat kepada Nabi Muhammad Saw, mulai dari bagaimana ibadah, muamalah, ahwal dan akhlak beliau dalam menjalankan perannya yang sangat agung.

Maulid juga jadi momen yang pas untuk mengajak umat berbuat amar ma’ruf nahyi munkar, mengenalkan kebaikan dan meluruskan kesalahpahaman serta memberikan peringatan dan meningkatkan kewaspadaan umat dari ujian (bala’), hal-hal yang bid’ah, keburukan, kejahatan dan fitnah zaman ini. Sebab perkumpulan dalam tradisi maulid itu tidak sekadar kumpul, tapi punya tujuan yang mulia. Terutama meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad Saw sebagai ruh agama Islam.

Peringatan maulid juga adalah ekspresi kebahagiaan atas lahirnya manusia agung Rasulullah Saw, yang dijadikan Allah Swt sebagai rahmatan lil’alamin. Sebagaimana firman Allah dalam surah Yunus ayat 58.

قُلۡ بِفَضۡلِ ٱللَّهِ وَبِرَحۡمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلۡيَفۡرَحُواْ هُوَ خَيۡرٞ مِّمَّا يَجۡمَعُونَ

Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.”


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi