Agar Dicatat dan Diakui Muridnya Abah Anom
Guru atau mursyid dalam sebuah thariqah adalah orang yang paling tinggi martabatnya
Pertanyaannya apakah kita sudah melaksanakan adab-abad tersebut? Kalau sudah, maka insya Allah kita akan dicatat dan diaku sebagai muridnya. Teringat dalam salah satu mankobahnya Syekh Abdul Qadir al-Jailani qs. Di dalam kitab Bahjatul Asror diriwayatkan bahwa Syekh Abdul Qadir pernah berkata: “Aku diberi sebuah buku luasnya sepanjang mata memandang untuk menuliskan dan mencatat nama-nama muridku sampai hari kiamat. Semua jumlah catatan muridku itu telah Allah berikan padaku dan telah menjadi milikku. Aku pernah bertanya kepada malaikat Malik penjaga pintu neraka: ‘Apakah ada padamu muridku?’ Malaikat Malik menjawab, ‘Tidak ada dalam neraka’.”
Baca juga: Bertarekat Itu Membangun Manfaat
Syekh berkata: “Aku bersumpah demi Dzat Kemuliaan dan Keagungan Tuhan, sesungguhnya tanganku terhadap murid-muridku seperti langit menutupi bumi. Andaikan murid-muridku itu buruk dan salah, maka akulah yang baik dan benar. Dan aku bersumpah demi Dzat Kemuliaan dan Keagungan Tuhan, dua telapak kakiku tidak akan bergeser setapakpun di hadapan Tuhan, terkecuali sudah mendapat keputusan bahwa aku bersama murid-muridku berangkat masuk surga.”
Lebih lanjut beliau berkata: “Senantiasa tanganku ini tidak akan lepas dari kepala murid-muridku, walaupun aku sedang berada di timur (masyriq) dan muridku berada di barat (maghrib), lalu muridku itu terlihat dan tersingkap auratnya maka tanganku akan segera menutupinya. Demi Dzat Kemuliaan dan Keagungan Tuhan, pada hari kiamat nanti aku akan berdiri tegak di hadapan pintu gerbang neraka. Sekali lagi aku tidak akan bergeser dan berdiri tegak sebelum semua muridku sudah masuk ke surga, karena Allah Yang Maha Kuasa telah menjanjikan padaku bahwa murid-muridku tidak akan dimasukkan ke dalam neraka. Barang siapa yang berguru serta cinta/ mahabbah padaku pasti aku menghadap (menaruh perhatian) padanya. Dan malaikat Munkar Nakir telah berjanji padaku bahwa mereka tidak akan menakut-nakuti, atau menimbulkan rasa kaget/terkejut pada murid-muridku.”
Begitu beratnya tugas tuan Syekh, begitu pun beratnya tugas guru mursyid TQN Pontren Suyalaya, Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, ra. Beliau punya tanggung jawab seperti tanggung jawabnya tuan Syekh Abadul Qodir Al-Jailani qs. Ketika kita dicatat dan diaku sebagai murid dari guru mursyid TQN Suryalaya, Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin, ra. Insya Allah kita akan dikumpulkan bersamanya nanti di hari kiamat. Kita perhatikan firman Allah Swt.
Baca juga: Guru Sufi Hanya Mengikuti Rasulullah Saw Dalam Ucapan, Perbuatan dan Akhlak
(Ingatlah) suatu hari (yang di hari itu) Kami panggil tiap umat dengan pemimpinnya; dan barangsiapa yang diberikan kitab amalannya di tangan kanannya maka mereka ini akan membaca kitabnya itu, dan mereka tidak dianiaya sedikitpun. (QS. Al-Isra (17) ayat 71)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

