Abah Anom: Tingkatkan Mahabbah kepada Allah

Mahabbah atau cinta kepada Allah adalah salah satu sasaran utama ketika menempuh jalan tasawuf. Dalil cinta kepada Allah diungkap di dalam Al Qur’an.

يُحِبُّهُمۡ وَيُحِبُّونَهُۥٓ

Dia mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, (Al-Ma’idah: 54).

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَشَدُّ حُبّٗا لِّلَّهِۗ

Adapun orang-orang yang beriman sangat besar cintanya kepada Allah. (Al-Baqarah: 165).

Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin menyebut bahwa untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat caranya ialah dengan mahabbah kepada Allah Swt.

“Sesungguhnya mahabbah kepada Allah Swt adalah merupakan jembatan emas untuk mencapai kebahagiaan dunia sebelum akhirat. Maka orang-orang mukmin yang muttaqin terus berupaya meningkatkan mahabbah kepada Allah untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.” Demikian dikutip dari LDTQN Suryalaya yang merilis ucapan Abah Anom pada Kuliah Subuh 11 Dzulhijjah 1411 H.

Itu sebabnya dalam dzikir TQN Pontren Suryalaya, doa memohon mahabbah kita kepada Allah dan mahabbah Allah kepada kita senantiasa dilazimkan.

الهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي أعطني محبتك ومعرفتك

Tuhanku, hanya Engkaulah yang kumaksud, dan hanya ridha-Mu yang kucari, berilah aku mahabbah-Mu dan ma’rifat-Mu.

Pangersa Abah Anom memahami betul bahwa dengan mahabbah kepada Allah akan membawa kebahagiaan. Sebab jika Allah sudah mencintai hamba-Nya, penghuni langit dan bumi juga akan mencintai dan menerimanya. Baca juga…

إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ الْعَبْدَ نَادَى جِبْرِيلَ : إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحْبِبْهُ. فَيُحِبُّهُ جِبْرِيلُ. فَيُنَادِي جِبْرِيلُ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ : إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ فُلَانًا فَأَحِبُّوهُ. فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ، ثُمَّ يُوضَعُ لَهُ الْقَبُولُ فِي الْأَرْضِ

Abu Hurairah Ra meriwayatkan dari Nabi Muhammad Saw, “Apabila Allah mencintai seorang hamba-Nya, Dia memanggil Jibril: “Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia”. Maka Jibril mencintai hamba itu, lalu Jibril berseru kepada penduduk langit, “Sesungguhnya Allah mencintai si Fulan, maka cintailah dia”. Maka seluruh penduduk langit mencintai hamba itu, kemudian orang itu pun dijadikan bisa diterima di bumi. (HR. Bukhari).

Selain itu, orang yang mencintai Allah akan merasakan manisnya iman. Manisnya iman akan mengantar seseorang lapang dan bahagia dalam setiap ibadah dan aktivitas yang dijalaninya. Sebagaimana diriwayatkan dari Anas Ra bahwa Rasulullah Saw bersabda,

ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

Tiga hal yang apabila ada pada diri seseorang, ia akan mendapatkan manisnya iman: Dijadikannya Allah dan Rasul-Nya lebih dicintainya dari selain keduanya. Jika ia mencintai seseorang, dia tidak mencintainya kecuali karena Allah. Dan dia benci kembali kepada kekufuran seperti dia benci bila dilempar ke neraka. (HR. Bukhari).

Itu sebabnya Guru Mursyid TQN Pontren Suryalaya Abah Anom mengajak murid-muridnya untuk meningkatkan mahabbah kepada Allah. Dan salah satu cara untuk menambah kadar kecintaan kepada-Nya ialah dengan mengingat, merenungi aneka nikmat yang Beliau berikan kepada kita. Baca juga…

أَحِبُّوا اللَّهَ لِمَا يَغْذُوكُمْ مِنْ نِعَمِهِ

Cintailah Allah karena nikmat-nikmat-Nya yang Dia berikan (sebagai rezeki) padamu. (HR. Tirmidzi).

Bukankah kita mudah mencintai orang yang banyak memberi kita kebaikan? Maka menyadari bahwa besarnya nikmat Allah kepada kita akan semakin menumbuhkan rasa mahabbah pada-Nya.

Namun, perlu ditekankan bahwa mahabbah kepada Allah tidak bisa hanya dengan pengakuan sepihak saja tanpa pembuktian. Pembuktian itu ialah dengan meneladani Nabi Muhammad Saw. Hal ini digambarkan secara jelas oleh Al Qur’an.

قُلۡ إِن كُنتُمۡ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِي يُحۡبِبۡكُمُ ٱللَّهُ وَيَغۡفِرۡ لَكُمۡ ذُنُوبَكُمۡۚ وَٱللَّهُ غَفُورٞ رَّحِيمٞ

Katakanlah (Muhammad), “Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintai kamu dan mengampuni dosa-dosa kamu.” Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Ali Imran: 31).

#abahanom #mahabbah #tasawuf

Rekomendasi
Komentar
Loading...