Abah Anom, Rusaknya Masyarakat dan Negara Sebab Penyakit Hati

Kerusakan suatu masyarakat dan sebuah negara pada mulanya berasal dari rusaknya individu

Besarnya perhatian terhadap qalbu ialah tuntutan baginda Nabi Muhammad Saw. Apa yang Allah perhatikan tentunya sudah sepatutnya menjadi perhatian.

إِنَّ اللَّهَ لَا يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

Sesungguhnya Allah tidak melihat rupa kalian, harta kalian, akan tetapi Dia melihat qalbu kalian dan amal-amal kalian. (HR. Muslim)

Perhatian terhadap qalbu itu diaplikasikan dengan memperbanyak dzikir. Pangersa Abah Anom mengatakan, “maka perbanyaklah dzikir untuk menyembuhkan penyakit hati itu.”

Baca juga: Wejangan Abah Anom, Jangan Sia-siakan Waktu!

Qalbu sangat potensial untuk rusak dan sakit, jika ia tidak diisi dengan ingatan kepada Allah manusia akan mengikuti langkah-langkah setan dan terjerumus hawa nafsu. Dzikir adalah cara atau metode yang diajarkan Rasulullah Saw secara dari generasi ke generasi untuk memperoleh kesehatan, utamanya qalbu. Dzikir yang banyak dan langgeng bisa menyembuhkan penyakit hati (qalbu). Ketika qalbu menjadi sehat dan baik maka masyarakat dan negara juga akan sehat dan baik. Sayangnya banyak yang tidak menyadari kalau qalbunya sedang sakit, ia sadar kalau fisiknya yang sakit.

“Tindak tanduk atau perilaku manusia tergantung dari hatinya. Hati yang baik akan menghasilkan perilaku yang baik. Sebaliknya, hati yang buruk akan menghasilkan perilaku yang buruk. Agar hati menjadi baik, maka hati harus terisi oleh ingatan (dzikir) kepada Allah,” ucap Abah Anom pada kuliah subuh tahun 1413 H.

Dengan demikian pengamalan dzikir itu kemudian akan menghasilkan individu yang baik, yang akan menjadikan masyarakat dan negara menjadi baik pula. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi