Zakat dan Wakaf Harus Dikelola dengan Semangat Filantropi

Sistem ekonomi Islam bukan hanya soal keuangan yang bersifat sosial maupun komersial

Islamic Social Finance (ISF) yang berupa zakat dan wakaf adalah bagian dari sistem ekonomi Islam. Meski begitu, sistem ekonomi Islam bukan hanya soal keuangan yang bersifat sosial maupun komersial.

Sistem ekonomi Islam bersifat menyeluruh. Ia menyentuh semua sektor dalam perekonomian. Mulai dari sektor keuangan, sektor produksi, sektor perdagangan, sektor logistik, dan lain sebagainya.

Sebuah sistem tentu tidak kosong dari nilai-nilai, paradigma-paradigma yang menjadi prinsip bagi sistem itu. Mengabaikan nilai, prinsip dan paradigma yang dianut sebuah sistem bisa membuat sistem tersebut rusak.

Baca juga: Kiai Wahfi Ajak Aktivis Tarekat Kaji dan Kembangkan Ekonomi Syariah

Nilai-nilai, prinsip-prinsip, dan paradigma-paradigma itu sering disebut dengan istilah filosofi. Dan ketika filosofi ini dijadikan dasar suatu gerakan sosial jadilah ia disebut dengan ideologi.

Ekonomi Islam memiliki ideologi tersendiri yang berbeda dari sistem-sistem ekonomi lain. Maka zakat dan wakaf yang merupakan bagian dari sistem ekonomi Islam, harus dikelola berdasarkan nilai-nilai Islam.

Misalnya, pengelolaan zakat dan wakaf tidak boleh didasari dengan nilai-nilai komersial yang individualistik kapitalistik. Karena dalam ekonomi komersial kapitalistik yang diutamakan adalah kepemilikan individu dan penumpukan aset.

Baca juga: Ragam Manfaat Wakaf Untuk Perekonomian

Sebagai bagian inherent dari ISF (Islamic Social Finance), yang diutamakan dalam pengelolaan zakat dan wakaf ialah menebar manfaat dan memberdayakan.

Maka zakat dan wakaf yang dikelola dengan semangat memiliki dan menimbun aset pasti akan gagal. Zakat dan wakaf justru harus dikelola dengan semangat Filantropi.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi