Halalbihalal Bagian dari Tobat Nasuha
Taubat nasuha butuh minta maaf sesama, halalbihalal wujud nyata menuju ampunan
Mengawali kesucian ialah dengan memohon ampunan Allah Swt bertobat kepada-Nya. Karena pada dasarnya manusia lahir dalam keadaan fitrah, namun seiring berjalannya waktu dan pergaulan, manusia tidak luput dari dosa dan kesalahan.
Nabi bahkan mencontohkan umatnya untuk bertobat kepada Allah.
Wahai manusia, bertobatlah kepada Allah, karena sungguh aku bertobat dalam satu hari seratus kali. (HR. Muslim).
Para ulama mengajarkan bahwa tobat ada syaratnya. Pertama, segera berhenti dari maksiat. Kedua, menyesali perbuatannya. Ketiga, bertekad dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya yang semisal.
Baca juga: Kiai Sandisi: Jangan Mengulur Ulur Waktu Untuk Tobat
Kendati demikian, jika kemaksiatan itu terkait dengan manusia, maka selain tiga syarat tadi, ada syarat keempat, yakni menyelesaikan urusan dengan saudaranya itu. Ia mesti memperoleh pembebasan dari pihak terkait.
Misalnya jika terkait harta, ia harus mengembalikannya. Jika terkait perbuatan, dia mesti memperoleh kehalalannya dari saudara yang dizalimi itu. Dari sini ada istilah halalbihalal sebagai tradisi untuk saling memaafkan satu sama lain.
Memaafkan adalah sikap yang dianjurkan oleh Allah Swt dan dicontohkan oleh Rasulullah Saw.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

