Tarekat dan Korporasi Minus Nilai Sufistik
Tasawuf hadir menjaga hati nurani insan korporasi agar tak hanyut dalam kapitalisme
Korporasi yang tidak berlandaskan nilai sufistik akan menempatkan dan memperlakukan manusia hanya sebagai alat atau pun mesin. Tepatnya alat untuk memperkaya kaum pemilik modal dan mengabaikan peran sejatinya. Singkatnya manusia dijadikan alat untuk kepentingan kapitalisme.
Tuntutan dunia korporasi, serta kebutuhan akan inovasi dan daya adaptasi serta persaingan yang tinggi membuat manusia sering kali diletakkan secara tidak utuh dan tidak adil.
Akibatnya muncul problem-problem baik teknis maupun non teknis yang sebenarnya bersumber dari manusia itu sendiri.
Adanya persaingan yang tinggi antar korporasi, produktifitas yang menurun, beban kerja yang tidak manusiawi, fenomena saling sikut antar teman, hingga tuntutan kebutuhan dan realitas gaji, serta persoalan rumah tangga dan lingkungan mewarnai kehidupan insan korporasi.
Sehingga muncul apa yang disebut dengan problem psikis, kesehatan mental, problem fisik hingga ruhani. Insan korporasi akrab dengan stres, depresi, energi negatif, tidak ada gairah kerja, multi konflik, tegang, egois, serakah, bingung hingga kehampaan diri dan spiritualitas yang kering.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

