Tarekat dan Korporasi Minus Nilai Sufistik

Tasawuf hadir menjaga hati nurani insan korporasi agar tak hanyut dalam kapitalisme

Singkatnya mengalami apa yang disebut dengan penyakit qalbu. Seperti riya’, nifaq, hasud, dendam, kufur nikmat, iri, dengki, takabbur, cinta dunia, tamak, kikir, gila pujian, khianat, hingga syirik.

Organisasi dan team work tidak akan berjalan dengan efektif dan efisien dengan kondisi yang demikian itu. Bahkan cenderung banyak menghabiskan energi untuk hal-hal yang tidak prioritas dan produktif.

Padahal jika dilihat lebih cermat, setiap korporasi adalah penjelmaan atau pengejawantahan dari SDM atau hati nurani orang-orang yang ada di dalamnya.

Bukan hanya itu, korporasi yang abai terhadap tujuan dan jati dirinya akan abai terhadap nilai-nilai kemanusiaan bahkan mengabaikan kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Urgensi Tarekat dalam Korporasi

Tasawuf yang menggali aspek batin (esoteric) memiliki kedudukan dan peran yang strategis dan penting bagi peran kehidupan termasuk dunia korporasi.

Sebagaimana fitrahnya, manusia secara utuh ialah makhluk ruhani tapi juga sekaligus terdiri dari unsur jasmani. Tasawuf hadir untuk menjaga orisinalitas jati diri manusia itu sendiri.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi