Yang Penting Hanya Satu, Yang Lain Tidak
Hormati semua profesi, sebab mulia di sisi Allah diukur dari takwa, bukan jabatan
P: Iya. Alhamdulillah. Tapi kalau saya tugasnya di lapangan, bukan di kantornya. Tugas saya sehari-hari menjaga kebersihan dan kerapihan taman di sekitar rektorat. Di situ kan banyak pohon. Jadi banyak daun berserakan. Ya tiap hari saya sapu.
Mendengar jawaban itu, air muka Sabri berubah. Nampaknya agak kecewa.
S: Oh. Jadi bapak cleaning service ya?
P: Betul mas.
Sabri pun diam. Tak lagi melanjutkan interogasinya, dan pura-pura baca buku.
Hikmah
Demikianlah, banyak diantara kita yang memandang rendah suatu pekerjaan, sehingga dengan mudah meremehkan orang lain hanya dari pekerjaan yang dimilikinya. Padahal setiap orang memainkan perannya masing-masing sesuai kemampuan dan keahliannya.
Misalkan, seorang penyapu jalanan mungkin tidak akan mampu mengerjakan pekerjaan dosen atau direktur sebuah perusahaan. Sebaliknya seorang direktur atau dosen pun tidak akan mau mengerjakan pekerjaan penyapu jalanan.
Tanpa dosen, kegiatan belajar di kampus tak akan berjalan. Tanpa direktur, sebuah perusahaan akan bangkrut. Tanpa para penyapu jalan, jalanan akan kotor dengan sampah dan dedaunan. Allah swt menciptakan manusia dengan kemampuan dan perannya masing-masing. Dengan peran-peran itulah kehidupan di alam ini berjalan harmonis.
Dikatakan sebuah mobil, ibaratnya, karena ada roda, spion, kaca depan, jok, dan lain-lain. Adakah sebuah mobil yang hanya tersusun dari spion atau roda semua? Tentu tidak ada. Semua berada dan berfungsi pada perannya masing-masing.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

