Urgensi Bertasawuf Menurut Syekh Abdul Qadir Isa

Amalan secara qalbu pun demikian, terdiri dari perintah dan larangan

Namun perlu digaris bawahi terlebih dahulu, bukan berarti salah satunya itu tidak penting. Karena keduanya penting, baik amalan jismiyah maupun qalbiyah.

Dalam Islam ibadah dilakukan secara lahiriah dan batiniah sekaligus. Tidak memisahkan keduanya, tetapi terintegrasi. Tidak sekedar misalnya melaksanakan ibadah ritual tapi mengabaikan substansinya atau melakukan ibadah sosial tapi demi meraih pujian.

Baca juga: Tasawuf Menurut Kitab Tanwirul Qulub.

Sebagaimana digambarkan dalam surah Al Kahfi ayat 110, di mana amalan kebaikan secara fisik harus ditopang oleh qalbu yang tidak menyekutukan-Nya dengan siapa pun.

فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاۤءَ رَبِّهٖ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَّلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهٖٓ اَحَدًا

“Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

Demikian juga kita bisa melihat bagaimana Rasul Saw mengarahkan para sahabatnya untuk memperbaiki qalbunya. Karena kebaikan seseorang itu tergantung pada perbaikan qalbunya dan sembuh dari aneka macam penyakit qalbu yang tersembunyi.

ألا وإن في الجسد مُضغة إذا صلحتْ صلح الجسد كله، وإذا فسدت فسد الجسد كله، ألا وهي القلب

Ketahuilah bahwa dalam tubuh manusia itu terdapat mudhghah, apabila ia baik, maka baik seluruh tubuhnya, dan apabila ia rusak maka ruska pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah ia adalah qalbu. (HR. Bukhari dan Muslim).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi