Ulah Nyalahkeun Kana Pangajaran Batur
Jangan sibuk menyalahkan orang lain, fokuslah meluruskan dengan hikmah dan kasih sayang
Larangan menyalahkan orang lain juga merupakan langkah preventif untuk memelihara kebeningan qalbu. Mudah menyalahkan ajaran orang lain, bisa jadi tanda kesombongan batin, arogansi intelektual, merasa paling suci/benar atau menganggap kelompoknya paling unggul. Padahal kesombongan bisa menghalangi seseorang masuk surga.
Tidak masuk surga orang yang di dalam qalbunya terdapat kesombongan seberat biji zarrah (seberat atom). Seorang lelaki berkata: “Sesungguhnya seseorang suka bila pakaiannya bagus dan sandalnya bagus. Beliau bersabda: “Sesungguhnya Allah itu indah dan mencintai keindahan. Adapun kesombongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim)
Hadis ini memberi pelajaran bahwa kesombongan ialah batharul haq (menolak kebenaran karena kesombongan dan keangkuhan) dan ghamth an nas (meremehkan manusia dan mencari-cari aib mereka).
Baca juga: Wejangan Abah Anom Agar Kuat Hadapi Ujian Keimanan
Dengan demikian, melalui mutiara ini, Mursyid TQN Pontren Suryalaya punya peranan yang besar dalam memelihara kerukunan, perdamaian, serta keharmonisan umat beragama. Bahkan pesan ini bersifat universal, karena ajaran yang dimaksud bukan hanya mencakup ajaran agama tetapi juga ajaran umum dan bagaimana proses pengajaran itu berlangsung.
Untaian mutiara ini juga mengajak kita agar lebih melihat kekurangan dan kesalahan diri sendiri, bukan sibuk mencari-cari kesalahan orang lain. Orang yang tidak tahu dan kenal akan aib dirinya sangat sulit berubah dan memperbaiki diri, bahkan ia menutup mata dari melihat kebaikan dan kelebihan orang lain. Dalam kitab Raudhatul ‘Uqala wa Nuzhatul Fudhala’ diterangkan bahwa,
Orang yang berakal dapat melihat aib dirinya sendiri. Karena, siapa yang tidak bisa melihat aib dirinya, maka akan tersembunyi (tidak dapat melihat) pula kebaikan orang lain darinya. Sesungguhnya di antara hukuman paling berat bagi seseorang adalah ketika aibnya tersembunyi darinya sendiri. Karena, tidak mungkin seseorang meninggalkan aibnya jika ia tidak mengetahuinya, dan tidak mungkin pula ia memperoleh kebaikan orang lain jika ia tidak mengenalnya. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

