Masjid Al-Mubarok berdiri di atas tanah yang statusnya wakaf. Salah satu penerima wakaf adalah H. Muhammad Ahsan, seorang aktifis dzikir TQN yang seluruh keluarganya pengamal aktif dzikir TQN Suryalaya. Renovasi terakhir ini terjadi perubahan kepengurusan Nadzir. Dari lima orang Nadzir, tiga diantaranya adalah ikhwan TQN Suryalaya, yakni H. Muhammad Ahsan, KH. Wahfiudin dan Ust. Abdul Latif. Saat rapat Dewan Nadzir ini kemudian diputuskan fungsi Masjid Al-Mubarok sebagai Pusat Dakwah Tasawuf dan diberi nama TQN Center.
Waktu terus bergulir, pembangunan renovasi masjid terus berjalan. Perlahan-lahan. Panitia pembangunan renovasi masjid yang pembinanya KH. Wahfiudin bergerak bergerilya kesana-kemari untuk mendapatkan dana. Miliran rupiah dana telah dikucurkan untuk membangun masjid ini. Sebagian besar dari jejaring ketiga Nadzir diatas. Sambil kegiatan-kegiatan dakwah terus dilakukan di dalam masjid, seperti Dzikir Harian, Khataman dan Manaqiban setiap malam Jum’at, Kursus Tasawuf (hingga tulisan ini diterbitkan, Kursus Tasawuf sudah pada angkatan ke-30), Seminar Hilal, Dzikir Khatam Tamm dan lain-lain.
Seusai pelantikan pengurus perwakilan YSB se-DKI Jakarta pada 14 Februari 2010 di Masjid Jakarta Islamic Center, Pengurus Pusat YSB PP Suryalaya yakni, H. Mahpudin Taka (Ketua Umum), H. Edi Karman (Sekretaris Umum) dan alm. H. Zaenal Asikin sempat dibawa menengok TQN Center yang masih dalam tahap renovasi. Kondisi saat itu, bangunan telah berdiri dua lantai. Kubah telah terpasang tepat diatas bangunan. Dinding bagunan baru diaci. Keramik di lantai dua baru 60% terpasang. Lantai satu sudah bisa difungsikan untuk berbagai kegiatan, untuk shalat berjamaah, dzikir, kursus tasawuf, seminar dan lain-lain. Lantainya baru dilapisi karpet saja, belum dipasangi keramik. Secara keseluruhan proses pembangunan baru mencapai kira-kira 70%.
Pengurus Pusat YSB PP Suryalaya sempat terkaget-kaget melihat kondisi bangunan semegah ini. Apalagi ketika mendengar akan menjadi TQN Center. Mereka bertanya, “Koq, nggak bilang-bilang sebelumnya?”, Sambil tersenyum KH. Wahfiudin berujar, “Kami tidak mau bilang-bilang dulu, karena semuanya masih dalam proses. Mudah-mudahan, pada saatnya nanti kami akan informasikan kepada umum”.
Bulan Februari 2011 bertepatan dengan bulan Rabiul Awwal 1432 H adalah bulan yang sangat baik. Di saat kegiatan manaqib tingkat Korwil Jakarta yang biasa diselenggarakan setiap tiga bulan di Jakarta Islamic Center terhambat karena jadwal yang sudah terisi oleh komunitas lain, bagi KH. Wahfiudin justru ini merupakan ‘isyarat’ dari Wali Mursyid Pangersa Abah Anom untuk mendayagunakan TQN Center yang memang milik ikhwan TQN. Momen yang sangat tepat untuk meresmikan Masjid Al-Mubarok yang berfungsi sebagai TQN Center.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

