Safari Ramadhan 1437 H – Timor Leste

Menguatkan dakwah, silaturahmi, dan kerjasama umat di Dili, Timor Leste

Jakarta – Jumat pagi (24/06), Kyai Wahfiudin bertolak ke Dili, Timor Leste dari Denpasar, Bali untuk menghadiri beberapa acara. Setiba di Dili, rencana khutbah jumat di Masjid An Nur, masjid terbesar di Timor Leste batal karena pesawat yang ditumpangi delayed.

Selesai shalat jumat, Ia menyempatkan diskusi dengan pengurus masjid dan beberapa warga setempat. Menurut Ust. Anwar, Ketua Yayasan An Nur, masjid ini berdiri sekitar tahun 1956. Perkembangan Islam cukup pesat setelah Indonesia masuk ke Timor Leste.

“Terlebih pada akhir 1970-an, saat banyak pengiriman dai oleh berbagai lembaga dakwah dan pesantren dari Indonesia. Saat itu banyak masyarakat lokal yang memeluk agama Islam,” ungkapnya dalam diskusi.

Ust. Julio Muslim, imam Masjid An Nur menyampaikan lika-liku dakwah di Timor Leste. Mulai dari kualitas dan kuantitas dai yang masih perlu ditingkatkan, serta metode dakwah yang tepat untuk mengembalikan masa-masa “kebergairahan” dalam menjalankan ibadah.

“Di sini jika dapat menjaga shalat 5 waktu dan tidak mabuk, sudah sangat bagus,” pungkas imam lulusan Madinah ini.

Marlem, dosen Institute of Business menambahkan jika gaya dakwah yang cocok di Timor Leste adalah sosial dan ekonomi. Sebagai contoh, minimnya tenaga terampil dalam berbagai bidang seperti teknologi dan kebidanan bisa menjadi solusi mendekatkan masyarakat dengan Islam.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi