Punya Potensi Tinggi, Indonesia Defisit Talenta Digital

Ekonomi digital di Indonesia punya potensi yang luar biasa. Berdasarkan The e-Conomy SEA dari hasil Gross Merchandise Value (GMV), nilai ekonomi Digital Indonesia pada tahun 2019: US$ 40 miliar, 2020: US$ 47 miliar, 2021: US$ 70 miliar.

Dilansir dari Indonesia Digital Tribe, hasil studi Google, Temasek and Bain & Company, 2020 menyatakan bahwa pada 2025, pertumbuhan ekonomi digital diperkirakan akan meningkat 3 kali lipat dibandingkan 2020.

Presiden Jokowi mengatakan nilai ekonomi digital diperkirakan mencapai USD 124 miliar pada tahun 2025.

“Setara dengan 40% ekonomi digital Asia Tenggara,” imbuhnya.

Baca juga: Nilai Ihsan dan Empat Pilar Percepatan Transformasi Digital

Namun, menurut studi dari Korn Ferry: The Global Talent Crunch pada 2018, akan ada gap 600.000 antara talenta digital dan demand dari tech sector pada 2030.

Dengan kalimat lain, meski potensi digital economy amat menjanjikan dan bisa menjadi the next engine untuk kemajuan negara, nyatanya Indonesia masih defisit tenaga digital.

Indonesia juga punya potensi jadi kekuatan ekonomi digital di Asia Tenggara dan dunia. Lihat saja perkembangan jumlah starup yang terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Starup Ranking menyebut pada tahun 2015 ada 931 starup, 2017 naik menjadi 1513, dan 2021 terus meningkat jadi 2322. Indonesia adalah negara dengan jumlah starup kelima terbesar di dunia.

Rekomendasi