Peran Sufi dalam Kekaisaran Ottoman (bagian 1)
Spirit tasawuf dan peran para sufi jadi fondasi kebangkitan dan kejayaan Kekaisaran Ottoman
Penulis buku Sufi dan Ottoman ini memandang bahwa Bangsa Turki lahir dan tumbuh dalam asuhan para wali dan sufi. Pergerakan mereka berpusat pada tiga titik, masjid, madrasah dan tekke (padepokan sufi). Masjid sebagai pusat ibadah dan kegiatan keagamaan lain, madrasah sebagai pusat pendidikan agama dan ilmu pengetahuan, sementara tekke sebagai pusat pendidikan spiritual.
Nilai-nilai luhur yang diajarkan melalui majelis-majelis tarekat ini, lanjut Munji, pada gilirannya betul-betul memberikan dampak yang luar biasa terhadap pembangunan moral kepada seluruh lapisan masyarakat; masyarakat umum, tentara dan pemimpinnya.
Baca juga: Ibnu Mubarak Sufi Dermawan yang Melunasi Hutang Pemuda
Sebagai hasilnya, di tengah keruntuhan daulah Seljuk yang kalah oleh bangsa Mongol, tidak membuat mereka lemah dan meratapi keadaan, bahkan menjadi titik awal sebuah gerakan besar dari sebuah kelompok kecil (baylik) menjadi kekaisaran besar.
Perlu diketahui, bahwa di bawah daulah Seljuk, embrio Ottoman adalah sebuah kelompok kecil yang dikenal dengan “baylik”, pemimpinnya disebut dengan Bay. Dimulai dari Sulaiman Bey, Ertüğrül Bey, Osman Bey (1299-1326) dan Orhan bey (1326 – 1359). Setelah itu para pemimpin Ottoman selanjutnya lebih dikenal dengan sebutan sultan yang dimulai dari sultan Murad I (1359-1389).
Ada banyak “baylik” yang eksis berjuang pada waktu itu, salah satu di antaranya adalah embrio Ottoman ini. Namun, setelah kekalahan daulah Seljuk dari mongol hanya tersisa Osman bay dan pengikutnya. Dan di bawah pimpinan Ertüğrül Bey embrio Ottoman mampu mengkonsolidasikan baylik yang lain menjadi sebuah kekuatan baru yang kelak disebut Ottoman. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

