Nabi Ibrahim, Teladan Keimanan Yang Paripurna

Nabi Ibrahim As digambarkan sebagai nabi intelektual yang memiliki kecerdasan tinggi

Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim kedahsyatan-kedahsyatan langit dan bumi, sehingga ia bertambah yakin. (QS al-An’am, 6:075).

Kesaksian atas peristiwa-peristiwa dahsyat di alam raya itu membuat Ibrahim bertambah yakin bahwa there must be something behind. Pasti ada sesuatu di balik semua peristiwa alam itu.

Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata: “Inilah Tuhanku” Tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata: “Saya tidak suka kepada yang tenggelam.”

Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata: “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam dia berkata: “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.”

Baca juga: Cara Memantapkan Tauhid

Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata: “Inilah Tuhanku, ini yang paling besar”, tetapi tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata: “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan. (QS al-An’am, 6:76-78).

Begitulah pencarian tuhan yang terjadi pada Nabi Ibrahim. “Bukankah patung-patung berhala dapat dikalahkan oleh manusia? Dan manusia dikalahkan oleh kegelapan malam? Lalu gelap malam dapat diterobos oleh bintang? Namun bintang dapat sirna juga? Yang lebih baik adalah bulan, tapi bulan sirna juga? Yang paling besar adalah matahari, tetapi matahari dapat hilang juga? Kalau begitu, di balik matahari ada kekuasaan yang lebih dahsyat lagi! Tapi apa itu? Siapa dia?” Ibrahim gagal menjumpai Tuhannya secara empirik. Gagal melihatnya secara visual.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi