Minim Daiyah di Televisi, Kaderisasi Jadi Kunci

Penceramah pada program televisi didominasi oleh laki-laki (88,8 %)

“Banyak ulama perempuan yang berkecimpung di bidang pendidikan, baik di pesantren, sekolah, maupun hal lain di bidang pendampingan,” imbuhnya.

Untuk mengatasi rendahnya porsi pendakwah perempuan di media televisi, menurut Ma’rifah perlu dilakukan kaderisasi ulama-ulama perempuan agar mampu tampil berdakwah di media.

Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah dan Koordinator Bidang Tabligh dan Pengkaderan, Aisyah Siti, berpendapat bahwa salah satu alasan minimnya daiyah tampil di media TV maupun online karena kesempatan yang diberikan pada daiyah terbatas.

Aisyiyah, sebagai organisasi otonom perempuan di bawah Muhammadiyah memiliki beberapa program yang mendukung siapnya daiyah untuk tampil di media. Di antaranya pelatihan daiyah, pelatihan public speacking, menyelenggarakan pengajian via zoom meeting yang diisi oleh daiyah, dan rekaman ceramah via video seperti youtube.

Baca juga: Mengapa Tak Ada Kata Dakwah Dalam Tanbih

Koordinator Bidang Dakwah Pimpinan Pusat Fatayat NU Miftahul Jannah menilai perlu ada peningkatan baik secara kuantitas maupun kualitas daiyah. Oleh karena itu Fatayat memiliki program untuk peningkatan kemampuan daiyah dalam berdakwah, membuat modul dakwah, meningkatkan kapasitas, kapabilitas, dan jaringan serta mendorong daiyah membuat konten di media massa dan media sosial mainstreaming.

“Fatayat terus melakukan pengkaderan internal yaitu memotivasi dan mendorong daiyah Fatayat untuk mau tampil dan membuat konten dakwah digital. Daiyah Fatayat juga melakukan pengkaderan kepada daiyah pemula di majelis taklim dengan acuan modul yang dimiliki Fatayat,” ujarnya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi