Menyatukan Dzikir dan Pikir, 64 Tahun Pendidikan Formal di Pondok Pesantren Suryalaya
64 tahun pendidikan Suryalaya, dari ilmu, lahir amal; dari amal, tumbuh pengabdian
Semua lembaga ini berdiri dalam satu visi: mendidik insan berilmu yang beramal, dan beramal dengan ilmu. Di kelas-kelasnya diajarkan matematika dan tauhid, bahasa Inggris dan tafsir, teknologi dan akhlak—semuanya dalam satu tarikan napas pendidikan yang berlandaskan nilai-nilai TQN (Tarekat Qodiriyah Naqsyabandiyah) Pondok Pesantren Suryalaya.
Selama lebih dari enam dekade, pendidikan formal Suryalaya telah melahirkan ribuan alumni yang menyebar ke seluruh penjuru negeri dan mancanegara. Mereka bukan hanya membawa ijazah, tetapi juga membawa ruh bakti: bekerja dengan hati, hidup dengan nilai, dan memberi manfaat dengan cara yang halus tapi nyata. Inilah kontribusi pendidikan Suryalaya yang mungkin tak selalu terdengar, tapi terus terasa.
Baca juga: Setiap Anak Adalah Bintang! Merayakan Potensi Bangsa di Hari Pendidikan Nasional
Zaman terus berubah. Era digital membawa tantangan baru. Namun selama pendidikan ini berpegang pada Tanbih, teguh dalam dzikir, giat dalam pikir, dan kokoh dalam bakti, maka pendidikan formal di Suryalaya akan tetap menemukan jalannya.
Mari kita syukuri 64 tahun ini sebagai momentum untuk memperkuat kembali semangat Ilmu Amaliah, Amal Ilmiah, dan memperluas makna Serba Bakti—sebagai pendidikan yang mendalamkan ilmu, menumbuhkan amal, dan melahirkan pengabdian sejati.
Selamat Hari Jadi ke-64 Pendidikan Formal Pondok Pesantren Suryalaya. Semoga istiqamah dan terus menjadi sumber cahaya bagi umat dan bangsa. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

