Menghadapi COVID-19: Berani Mati atau Ceroboh?
Kiai Wahfi: Taat protokol COVID-19 bukan takut mati, tapi lindungi keluarga dan sesama
2. Ketika beberapa pekan kemudian terjadi ledakan wabah di wilayahnya atau lingkungan kerjanya, kemana orang-orang yang sakit itu akan pergi?
Bisa jadi mereka akan ditolak oleh berbagai Rumah Sakit (ini sudah terjadi di banyak tempat), karena RS kekurangan fasilitas: ruang isolasi, alat pemeriksaan, ventilator, dokter, perawat, APD dan obat-obatan.
– Yang terjadi adalah penularan penderitaan yang masif padahal belum ada obat/vaksin serta sarana RS dan dokter yg mencukupi.
– Sekarang pun sudah ada tenaga medis yang mati dan sakit, karena tertular, atau karena kecapekan bekerja 24 jam.
Boleh saja kita tidak takut mati, namun apakah kita mau menyaksikan dan mengalami:
Baca juga: IBP Gelar Sosialisasi Protokol Kesehatan Covid 19
– Keluarga kita yang sakit digeletakkan di koridor, jalanan, atau halaman rumah sakit, karena banyak pasien tetapi RS kekurangan fasilitas?
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

