Mengapa Rasulullah Dinamai Berakhlak Agung?
Aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan akhlak yang baik (HR. Ahmad)
Apabila iman kita lemah dan hati lupa kepada Allah, akan menjadi celah untuk masuknya godaan setan dan bujukan nafsu. Jika sudah tergoda setan dan mengikuti bujukan nafsu, bagaimana kita bisa meneladani Nabi yang Agung.
Baca juga: Cara Ikhwan TQN Mengikuti Jejak Nabi Muhammad Saw
Ledakan pertumbuhan penduduk dari tahun ke tahun ini harus diiringi oleh manusia yang akhlaknya baik. Tanpa akhlak yang baik, banyaknya jumlah manusia bukan hanya akan berdampak pada timbulnya problem sosial dan ekonomi, tapi juga problem kesehatan dan lingkungan, bahkan krisis pangan dan enerji.
Akhlak yang diajarkan Rasulullah Saw bersifat menyeluruh dan menyangkut segala aspek kegiatan manusia. Bukan hanya akhlak kepada sesama manusia tapi juga kepada alam raya dan lingkungan. Bagaimana akhlak dalam berkeluarga, akhlak dalam bermasyarakat, akhlak berbangsa dan bernegara, akhlak dalam bekerja, akhlak dalam berbisnis, akhlak dalam mengelola sumber daya dan lain sebagainya.
Itu sebabnya umat Nabi Muhammad di sebut Al Qur’an sebagai ummatan washata, umat pertengahan, umat yang berada di tengah, sesuatu yang tengah akan menjadi sorotan dan paling mudah disaksikan. Idealnya, umat Islam menjadi contoh bagi umat-umat lainnya.
Problemnya, kita terlebih dahulu harus meneladani manusia terbaik Rasulullah Saw, baru kemudian bisa menjadi contoh bagi umat-umat lainnya. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

