Menengok Geliat TQN di Kampung Nelayan Desa Kelantan

Dzikir menggema di atas laut, TQN hadirkan manaqib dan khidmah di Desa Kelantan

“Rombongan dari Jakarta, dari Medan, dari Langsa Aceh, dari daerah sekitar sini karena kita adalah murid dari seorang wali Murysid. Datang ke sini untuk melaksanakan ibadah, shalat Dzuhur, manaqib dan niat mengamalkan ajaran dari Guru Murysid kita.

Dewan Pakar LDTQN menjelaskan bahwa Wali Mursyid adalah manusia biasa, tetapi memiliki kelebihan dari manusia biasa. Secara fisik misalnya sama dengan manusia pada umumnya. Ketika tua, semakin melemah, sakit, dan pada akhirnya mati.

“Tetapi yang istimewa bukan badannya, tapi ruh yang ada di dalamnya,” sambungnya.

Berdasarkan Kitab Sirrul Asrar, Syekh Abdul Qadir Al Jailani, kita semua adalah makhluk ruhaniah di alam lahut yang diturunkan ke muka bumi untuk menjalankan tugas.

“Hadir kita ke muka bumi untuk beribadah. Ibadah berasal dari kata ‘abada ya’budu yang artinya melayani. Ibadah artinya pelayanan. Jadi kita hadir ke muka bumi untuk memberikan service (pelayanan) kepada Allah,” imbuhnya.

Ada ibadah yang langsung kepada Allah berupa dzikir, shalat, membaca Al Qur’an, puasa. Tetapi ada ibadah atau pelayanan kepada Allah secara tidak langsung dengan menjalankan tugas-tugas dari Allah untuk bersilaturahim, saling menyantuni, saling menyayangi, saling berbagi, berbagi pengetahuan, untuk memelihara alam, lingkungan sekitar kita.

Baca juga: Prakarsa Abah Sepuh dalam Pengembangan TQN

Sepanjang itu kita lakukan dengan bismillah dengan nama Allah, ibadah. Menikah dan mendidik anak-anak dengan baik juga adalah ibadah. Termasuk ibadah juga adalah menuntut ilmu seperti saat ini.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi