Makna Tahallul, Penghalalan Diri

Jika sudah dikerjakan ketiga tahallul tersebut, barulah betul-betul bebas

Ada sebuah kisah. Setelah wukuf di Arafah begitu maghrib, nabi mengajak jamaah haji meninggalkan Arafah sampai Mudzdalifah. Tiba di sana sudah malam, nabi shalat maghrib dan isya dijamak.

Saat bersiap tidur, nabi didatangi sahabat yang menanyakan apakah harus menginap di Mudzdalifah? Sedangkan kondisi daerah berupa gurun pasir, tidak ada mata air. Bahkan dalam rombongan ada kakek, nenek yang sedang sakit. Lalu Rasulullah menjawab, barang siapa yang di dalam rombongannya ada orang tua dan orang sakit maka langsung ke Makkah, tidak perlu menginap di Mudzdalifah.

Lalu datang lagi sahabat yang mengadu jika hewan ternak yang dibawanya sudah kehausan dan di Mudzdalifah tidak ada mata air. Kemudian nabi menyampaikan agar siapa saja yang dalam rombongannya ada hewan ternak, sudah kehausan langsung ke Makkah. Nabi dan sahabat lainnya menginap di Mudzdalifah. Sahabat yang di Makkah, ya terus saja menginap di Makkah karena sudah duluan tiba disana.

Esoknya selepas shubuh nabi bergerak ke Mina. Sampai di sana nabi melontar jumrah aqabah. Selesai langsung mencukur gundul dan menyembelih hewan qurban. Setelah itu lanjut ke Makkah.

Setiba di Makkah, yang kemarin malam sudah masuk Makkah terlebih dahulu ikut bergabung untuk tawaf. Selesai tawaf baru mereka balik ke Mina untuk bersiap tidur.

Saat itu ada sahabat yang duluan tiba di Makkah menyampaikan ke rasulullah, “Engkau sudah melontar jumrah, cukur kepala dan tawaf, sedangkan kami baru tawaf, belum lontar jumrah dan cukur kepala, bagaimana?


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi