Kurban dan Kemerdekaan

Kurban sejati adalah menyembelih hawa nafsu, bukan hanya hewan untuk disembelih

Allah tidak melihat berapa banyak atau jenis hewan kurban yang disembelih, melainkan seberapa ikhlas dan tulus pengorbanan yang diberikan. Itulah muatan nilai yang dilihat oleh Allah sebenarnya.

Pengorbanan secara ruhani mempunyai makna menyembelih nafs atau diri kebinatangan. Nafs yang sering mengajak kita ingkar dan melenceng dari tuntunan-Nya.

Setelah menyembelih diri kebinatangan, selanjutnya kita diterima sebagai tamu Allah SWT yang disimbolkan dengan ibadah haji ke Baitullah di Mekkah Al Mukaramah. Hari Raya Kurban selalu beriringan dengan ibadah haji yang dilaksanakan umat Islam setiap satu tahun sekali bagi yang mampu.

Kutipan dari Ibnu Rajab, “Siapa yang tak dapat menyembelih kurbannya di Mina, hendaklah ia menyembelih hawa nafsunya agar tercapai cita-citanya.”

Menyembelih hewan kurban adalah ritual namun menyembelih hawa nafsu kebinatangan yang ada dalam diri adalah kewajiban. Keduanya dijalankan beriringan, secara syariat dan hakikat.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi