Kiai Wahfi, Ikhwan Harus Terlibat Dalam Aktivitas Ekonomi dan Politik
Bertarekat itu membangun taqwa dan keadilan sosial demi ridha Allah Swt
Dan dzikir yang terbaik itu lafadznya laa ilaha illa Allah, tetapi proses mendapatkan dzikir itu, ialah dzikir yang ditanamkan bibitnya di dalam qalbu.
Jibril as menanamkan bibit dzikir kepada Nabi Muhammad Saw. Beliau Saw kemudian menanamkan dzikir kepada para sahabat. Para sahabat lalu menanamkan dzikir kepada para murid-muridnya. Rangkaian guru ke murid, murid jadi guru dan seterusnya itulah sanad kemursyidan.
“Dan kita lewat talqin dzikir tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah sudah ditanamkan badzrudz dzikr (bibit dzikir). Lewat proses talqin dzikir itulah guru mursyid kita menanamkan bibit dzikir ke dalam qalbu, amalkan itu,” jelas beliau.
Maka dengan terus menerus mengamalkan TQN, maka bibit dzikir di dalam qalbu itu akan terus tumbuh bersemi. Qalbunya menjadi bersih, dan menjadi tersambung ke Allah. Inilah ihsan. Dengan demikian keihsanan itu lewat tarekat, lewat ilmu tasawuf, itu jalan termudah.
Problem Ekonomi dan Politik Bisa Selesai Dengan Tarekat
Kembali pada ayat fal ya’budu rabba hadzal bait. Beribadahlah itu artinya bertarekatlah, bertasawuflah. Sebab kalau Anda bertarekat, dan tarekat itu dikembangkan lalu tercapai tujuan sosial, yakni freedom from want, freedom from fears (terbebas dari lapar, terbebas dari takut).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

