Murid yang cerdas dan menjadi berkah bagi kita semua itu kemudian berkata: Wahai guruku, aku sudah mengetahui menyangkut itu, tapi kitab Ihya Ulumuddin terlalu besar.
Lalu murid tersebut minta dituliskan satu kitab yang ringkas. Imam Ghazali kemudian menulis kitab yang ringkas tersebut. Salah satunya beliau menasihati, wahai muridku, kalau engkau ingin selamat, carilah seorang Mursyid.
Lalu Imam Ghazali menyatakan bahwa Mursyid itu di akhir zaman langka, susah ditemukan namun bukan berarti tidak ada. Karena kata beliau, kriteria seorang Mursyid itu terlalu sulit. Maka berhati-hatilah.
Lalu apa bedanya dengan dzikir fadhilah? Dzikir ini hanya menghasilkan pahala, perannya dalam tazkiah amat sedikit. Seperti dzikir Laa Ilaha Illa Allah yang digambarkan Rasulullah.
لَوْ أَنَّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا فِيهِمَا وُضِعَ فِي كِفَّةِ الْمِيزَانِ، وَوُضِعَتْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فِي الْكِفَّةِ الْأُخْرَى لَرَجَحَتْ بِهِنَّ
Seandainya langit dan bumi serta kedua isinya diletakkan di neraca timbangan dan diletakkan Laa ilaaha Illaa Allah di neraca timbangan yang lain pasti mengalahkan berat langit dan bumi serta isinya (HR. Ahmad).
Dzikir fadhilah ini mengejar keutamaan-keutamaan, tanpa diluruskan niatnya bisa sia-sia apa yang dikerjakan. Jangan hanya mengejar fadhilah tapi tidak mendapat pujian karena tidak ada tazkiah, sambung Kiai Safrullah.
Maka dalam dzikir tazkiah, sebelum para murid melakukan dzikir tazkiah dituntun oleh Syekh. Berkat kearifan, kealiman, kejeniusan seorang Mursyid agar jihad Akbar muridnya tidak sia-sia, tidak mubadzir umur, tidak mubadzir waktu yang dia melakukan itu. Maka diluruskan niat muridnya,
الهي أنت مقصودي ورضاك مطلوبي أعطني محبتك ومعرفتك
Baru setelah itu mulai Laa Ilaha Illa Allah. Inilah dzikir tazkiah. Maka masuklah kita dalam ayat yang Allah sebutkan tersebut.
“Mudah-mudahan semua ikhwan wal akhwat TQN Pontren Suryalaya baik yang di dalam negeri maupun yang di luar negeri diistiqamahkan oleh Allah Swt mengikuti tuntunan bimbingan dari Syekh Mursyid Kamil Mukammil Guru kita Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin qs. Mudah-mudahan kita senantiasa istiqamah mengamalkan sampai akhir hayat kita, berjumpa dengan guru kita Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin qs,” pungkasnya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

