Khawatir Berlebihan Pengaruhi Imunitas Tubuh, Hidupkan Dzikrullah
Untuk mencegah virus, tubuh justru memerlukan daya tahan tubuh yang baik
Jika dicermati, ketakutan manusia itu tidak selalu sesuai dengan fakta. Seperti penelitian yang dilakukan oleh psikolog Paul Slovic dan Dan Kahneman tentang the psychology of risk perception atau persepsi risiko dalam pendekatan psikologi. Di sinilah pentingnya melakukan kontrol diri dengan meningkatkan kesadaran diri.
Kesehatan mental juga sangat berhubungan dengan sistem kekebalan pada tubuh. Allah Swt telah mendesain manusia dengan milyaran sel dan beberapa organ yang bertugas untuk menjaga tubuh tetap sehat dan melawan penyakit. Sel-sel tersebut bergerak ke seluruh tubuh untuk menghadang virus atau bakteri.
Oleh karena itu para ahli menyarankan untuk melakukan meditasi untuk mengurangi tingkat stres yang berlebihan. Dalam Islam, meditasi yang paling efektif ialah dengan selalu berdzikir mengingat Allah Swt. Tanpa dzikrullah seseorang akan mudah stres.
Baca juga: Cageur Bageur dan Kesehatan dalam Islam
Situasi yang tengah terjadi saat ini bisa menjadi momentum untuk lebih mendekatkan diri pada Allah Swt. Misalnya dengan bersabar di rumah serta menerapkan prokes dan melaksanakan 3 M bisa mendapatkan pahala orang-orang yang sabar. Mereka yang terpapar pun lalu meninggal bisa memperoleh derajat orang yang mati syahid. Yang terinfeksi kemudian sembuh atau tidak terinfeksi bisa mendapatkan pahala orang yang bertawakkal kepada Allah Swt.
Di sinilah pentingnya selalu ridha dengan ketentuan Allah dan selalu berserah diri pada-Nya. Tetapi di saat yang sama mesti selalu berusaha tidak membahayakan diri sendiri dan orang lain serta waspada terhadap penyebaran virus. Kesadaran bahwa hidup dan mati, terpapar penyakit atau pun tidak adalah atas izin Allah akan membawa pada ketenangan batin dan keselamatan jiwa. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

