JATMAN Gelar Manaqib Kubra Jelang Muktamar ke-35 NU

Ribuan jamaah berdoa bersama memohon kelancaran dan keberkahan Muktamar ke-35 NU

Katib Mustafad Idaroh Aliyah JATMAN, KH. Zuhrul Anam Hisyam, mengatakan bahwa istighatsah dan Manaqib Kubra menjelang Muktamar memiliki makna yang mendalam bagi warga Nahdliyin.

Menurutnya, perjalanan NU sejak awal tidak dapat dipisahkan dari pesantren, ulama, sanad keilmuan dan kekuatan doa.

Karena itu, Muktamar seharusnya tidak hanya dipandang sebagai forum organisasi untuk melakukan penataan internal, tetapi juga sebagai momentum melakukan evaluasi dan muhasabah terhadap perjalanan khidmah NU.

“Yang kita doakan bukan sekadar agar acaranya sukses. Lebih jauh dari itu, kita memohon agar Muktamar menghasilkan keputusan-keputusan terbaik, menghadirkan persatuan, memperkuat jam’iyyah dan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi jamaah serta masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kekuatan NU selama ini lahir dari perpaduan tradisi keilmuan, pesantren, spiritualitas, jaringan ulama dan kedekatan dengan masyarakat.

Menurutnya, perkembangan zaman tidak boleh membuat warga Nahdliyin kehilangan akar tradisi tersebut.

“Jangan sampai kemajuan membuat kita kehilangan sanad, kehilangan adab dan kehilangan orientasi pengabdian. Justru semakin besar NU, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk memberikan kemaslahatan,” ujarnya.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi