Istiqamah Terhadap Kemursyidan (Bagian 3)
Istiqamah pada mursyid TQN Suryalaya syarat wushul dan berkah dunia akhirat
“Berkaitan dengan dinamika adanya segelintir orang yang sudah mengaku kemursyidan selain Pangersa Abah Anom dengan berbagai tindakan turunannya (mengangkat wakil talqin, dsb) maka hal tersebut berdasarkan keluarga besar Pontren Suryalaya, jelas sudah bukan lagi bagian dari Pontren Suryalaya, sehingga yang bersangkutan tidak berhak untuk menggunakan simbol-simbol Pontren Suryalaya. Sebagaimana SK Menkumham Tahun 2010 (sertifikat merek) yang diperpanjang tahun 2018 tentang simbol (merek) Pondok Pesantren Suryalaya termasuk logonya adalah milik KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra (dan ahli warisnya). Penggunaan simbol Pontren Suryalaya harus seizin ahlul warisnya. Untuk itu para ikhwan agar tetap istiqamah.”
Dalam maklumat terakhirnya, pangersa Abah Anom mengeluarkan maklumat ‘Wa’tashimu bihablillah’ 3 kali (berpeganglah kamu pada tali Allah).
Baca juga: Mengapa Abah Anom Disebut Mujadid dan Neo-Sufism
Kalimat ini bukan hanya doa, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk bersatu dan istiqamah dalam satu kemursydian (Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra.), satu amaliah TQN Pondok Pesantren Suryalaya, dan satu di bawah Pondok Pesantren.
Kalau kita ingin dicatat murid beliau sebagaimana tuan Syekh Abdul Qadir al-Jailani qs mencatat murid-muridnya, kita harus tetap istiqamah bersama guru mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya silsilah ke-37. Waallahu a’lam. []
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

