Istiqamah Terhadap Kemursyidan (Bagian 1)
KH. Shohibulwafa Tajul Arifin, mursyid TQN yang membimbing murid wushul pada Allah
Oleh karena itu, jabatan mursyid tidak bisa dipangku oleh sembarang orang. Sekalipun pengetahuannya tentang ilmu thariqah cukup lengkap, yang terpenting adalah adanya isyarah birasulillah melalui guru mursyidnya dan juga memiliki kebersihan rohani dan kehidupan batin yang tulus dan suci.
Sebagai murid beliau, kita telah berjanji dan berserah diri kepada guru mursyid TQN Pondok Pesantren Suryalaya, Syekh KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin ra. melalui talqin dzikir.
Karena talqin bukan hanya proses mengajar dzikir tetapi proses perjanjian antara seorang murid dengan mursyidnya. Dalam Surat Al-Fath (48) ayat 18 Allah Swt berfirman,
Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya).
Baca juga: Kiai Athorid Siraj Inti Thariqah Adalah Mursyid
Yang dimaksud dengan pohon adalah pohonnya al-Quran yaitu kalimat Laa Ilaaha Illallah. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Turmudzi, Rasululah Saw bersabda: “Akan masuk surga orang-orang yang berjanji serta setia di bawah pohon.” (HR. Turmudzi).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

