Indonesia Butuh Jutaan Petani Milenial
Pertanian butuh petani milenial inovatif untuk wujudkan swasembada pangan berbasis teknologi
Kementerian pertanian saat ini juga sedang fokus melakukan regenerasi di sektor pertanian. Petani milenial diyakini memiliki kemampuan adaptasi dan inovasi menerapkan teknologi dalam bidang yang menjadi tumpuan bangsa ini.
Penerapan teknologi 4.0 di sektor pertanian tidak bisa dihindari. Menurut Direktur Pusat Teknologi Produksi Pertanian BPPT Dudi Iskandar, contoh implementasinya adalah smart farming yang menggunakan sistem Internet of Things (IoT). Petani milenial dan usaha rintisan sudah banyak yang merintis usaha pertanian dengan memanfaatkan kemajuan teknologi modern.
Kreativitas mereka diwujudkan mulai dari produksi, pengemasan, promosi hingga pengiriman. Semua terintegrasi dalam sebuah aplikasi yang dapat dipantau real time. Jika dibedah, pada sisi produksi pun sudah digunakan teknologi 4.0. Kebutuhan pupuk, komposisi dengan luas lahan serta perawatan terjadwal, terukur dan terdokumentasikan.
Bahkan sudah ada beberapa platform usaha rintisan yang mengembangkan pemasaran produk-produk pertanian. Salah satunya adalah tanihub yang menghubungkan hulu hingga hilir di sektor pertanian. Menariknya lagi, tanihub juga membuka crowdfunding untuk membiayai usaha pertanian dengan sistem bagi hasil.

Pada tahun 1960an, Guru Mursyid TQN Pontren Suryalaya Syekh Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin (qs) terlibat aktif dalam sektor pertanian. Pangersa Abah membangun sistem irigasi, membuat kincir air untuk pembangkit tenaga listrik dan memelopori kerja sama warga dengan Dinas Pertanian Tasikmalaya.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

