Imam Syarqawi, Syekhul Azhar Faqih nan Sufi
Dilahirkan di timur, daerah Bilbis, Kegubernuran Syarqiyah, bagian utara Mesir
Ayahnya (Abdullah bin Amr bin Haram al Anshari) adalah salah satu syuhada’ Uhud, diriwayatkan oleh Sahabat Jabir bin Abdullah dalam sebuah hadist di sunan Tirmidzi:
“Suatu Hari Rasulullah Saw menemuiku lalu berkata: “Ada apa gerangan, kenapa aku melihatmu bersedih?”
Lalu Jabir menjawab: “Wahai Rasulullah, ayahku telah syahid dalam perang uhud, dan meninggalkan keluarga dan juga hutang.”
Baca juga: Asal Muasal Gelar Shahibul Wafa
Kemudian Rasulullah berkata sembari menghiburnya: “Apakah kamu tidak ingin aku berikan kabar gembira?”
Jawab Jabir: “Tentu saja mau wahai Rasulullah.”
Lalu Rasulullah bercerita kepadanya: “Allah telah menawari kepada ayahmu apa yang ia mau, lalu ia menjawab: Aku ingin dihidupkan kedua kalinya, dan ingin syahid lagi di jalan-Mu.”
Dalam untaian hadist ini, Syekh Syarqawi menjelaskan ini adalah tingkatan yang lebih tinggi dari derajat pasrahnya seorang sufi besar Abu Yazid al Bastami, sebagaimana dikenal masyhur perkataannya:
Dari sekilas penjelasan hadist di atas kita dapat melihat, bagaimana Imam Syarqawi menggabungkan penjelasan hadits disajikan dengan keindahan tasawuf.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

