Identitas Arab Yang Mengakar dalam Sejarah Kota Al Quds
Mereka adalah bangsa Semit purba yang pertama-tama menempati wilayah ini
Mereka mendiami kawasan tersebut semenjak tiga ribu tahun sebelum Masehi. Jauh sebelum lahirnya agama dan bangsa Yahudi, bahkan sebelumn adanya bahasa Ibrani dan sebelum ditulisnya Taurat dalam rentang waktu lebih dari 25 abad. (Hasan Musa, al-Quds wa al Masjid al Aqsha Haqq Arabiy-Islamiy, hal. 11-15)
Kota al-Quds dalam bahasa Kanaan dikenal sebagai Ursyalīm, negeri penuh damai atau Darussalām. Berdasarkan penuturan Taurat, bahwa orang-orang Arab dari suku Yebus terus mendiami wilayah tersebut, yakni bumi Kanaan hingga zaman Nabi Daud as dan puteranya, Nabi Sulaiman as. Mereka tidak beranjak meninggalkan negeri itu saat orang orang Yahudi memasuki wilayah itu pada seribu tahun pertama sebelum Masehi.
Dengan sangat jelas, Taurat (Kitab Perjanjian Lama) membedakan antara Yerusalem dengan Sion, kota Daud. (Mohammed Jala’ Idris, Ursyalim Al-Quds fi al Fikr ad Diniy al-Israiliy, hal. 10-43)
Baca juga: Indonesia Desak PBB Akhiri Kekerasan di Palestina
Kitab Taurat menyebutkan: “Lalu raja (Daud) dengan orang-orangnya pergi ke Yerusalem, menyerang orang Yebus, penduduk negeri itu. Tetapi Daud merebut kubu pertahanan Sion, yaitu kota Daud. Dan Daud menetap di kubu pertahanan itu dan menamainya: Kota Daud. (II Samuel 5: 4-10).
Terbaca dengan jelas dari teks Perjanjian Lama bahwa periode kekuasaan Nabi Daud as dan Nabi Sulaiman as tidak lebih dari tujuh puluh tiga tahun. Nabi Daud berkuasa selama 33 tahun, sedangkan Nabi Sulaiman selama 40 tahun. Inilah satu-satunya periode atau masa di mana bangsa Yahudi memiliki wujud di kota tersebut. (Hasan Zhuzha, Al-Quds, Madinat Allah am Madinat Dawud, hal. 34)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

