IAILM Suryalaya Menuju Era Kampus 4.0. dan Bebas Radikalisme
IAILM selalu berupaya mencari solusi yang membawa kemaslahatan bagi umat manusia
Kampus harus menjadi garda terdepan menangkal radikalisme yang tersebar massif di media sosial melalui pembinaan dosen dan mahasiswa dengan menghayati nilai-nilai Tanbih TQN Pondok Pesantren Suryalaya.
Seminar menjadi lebih menarik ketika moderator melontarkan opini revolusi industri 4.0 tidak hanya membawa dampak positif tetapi juga dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Secara sosial membawa manusia pada sikap individualisme.
Modetator mengatakan sikap ini cenderung mencari informasi yang menguntungkan dan cocok dengan kepentingan individu mereka. Artinya membuat kelompok-kelompok kepentingan baru akibat dari invidualisme. Pada akhirnya, mereka mudah untuk dimasuki oleh kepentingan kelompok atau oknum yang tidak bertanggung jawab membawa dalam sikap radikalisme.
Dr. Adib menjelaskan revolusi industri 4.0 merupakan gerakan inovasi industri baru dari revolusi industri 3.0 yang berorientasi pada masalah teknologi yang humanis menjadi teknologi digital.
Era 4.0 lebih mengedepankan bagaimana manusia lebih trampil dan kreatif menggunakan teknologi yang serba digital dalam kehidupan sehari hari.
Dr. Adib mengaitkan pendapat Renald Kasali bahwa Era Distruptif dihadapi negara-negara yang stangnan menggunakan metode atau cara lama. Artinya mereka tidak siap mengahadapi isu global yang terus berubah. Permasalahan tersebut sangat erat kaitannya dengan kondisi dan realitas bangsa Indonesia hari ini.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

