Hari Guru Nasional, Pesantren dan Industri Halal
Santri berdaya saing, guru berperan, pesantren siap majukan industri halal
Berbagai peluang dalam industri halal harus ditangkap santri dengan keahlian wirausaha. Santri sangat dekat dengan apapun yang berkenaan dengan halal. Jumlah pesantren, santri dan jaringannya selama ini lebih banyak dimaksimalkan untuk pengembangan dakwah terkait pemahaman keagamaan, pendidikan dan sosial. Perlu ditambah menjadi jaringan ekonomi.
Kesadaran kewirausahaan harus dimiliki juga oleh para kyai pengasuh pondok, yayasan dan guru. Perlu diciptakan lingkungan bisnis di pesantren. Maksudnya, materi kewirausahaan, kelayakan usaha hingga eksekusi pengembangan usaha harus menjadi bagian pembelajaran di pesantren sesuai dengan tantangan saat ini.
Jangan sampai peluang perkembangan industri halal, tekad pemerintah untuk menjadi pemain utama tidak ditangkap oleh dunia pesantren.
Bisa disimpulkan secara umum setidaknya ada 3 langkah:
1. Tingkatkan jaringan dakwah menjadi jaringan ekonomi. Dukungan pemerintah melalui Undang Undang Pesantren memperkuat peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat. Anggaran pengembangan pesantren harus bisa dimaksimalkan untuk memajukan kewirausahaan. Lakukan banyak riset bagaimana pesantren terlibat aktif dalam industri halal. Tentunya sebagai pelaku bukan konsumen saja. Terlebih lagi pesantren telah masuk dalam RNH.
2. Materi-materi pembelajaran diperkaya dan dipertajam dengan kewirausahaan kekinian. Masukkan dalam kurikulum agar tercipta lingkungan usaha di pesantren. Ada yang berpendapat santri cukup fokus belajar agama, tidak perlu didorong menjadi entrepreneur.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

