Fanatisme Yang Dilarang dalam Islam

Fanatik sehat tak buta, tetap adil, dan tak merendahkan keyakinan orang lain

Apapun dan siapapun anutan kita, keluarga, kelompok, partai, organisasi, negara mesti kita dukung dan kita cintai. Tetapi jika salah dan melenceng Anda tidak boleh membiarkan kesalahannya sampai berlarut terlebih merestuinya apalagi sampai membelanya dengan membabi buta.

Kita semua berkewajiban meluruskan kesalahan itu dan memperbaikinya. Ini semua agar kita tidak dinilai sebagai orang yang fanatik buta dan lebih mencintai serta mengedepankan sesuatu yang mestinya ditempatkan di belakang. Padahal Allah lah semestinya paling kita tempatkan di depan dan yang paling kita cintai.

Katakanlah: “jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya.” Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik (At Taubah: 24). []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi