Fanatisme Yang Dilarang dalam Islam

Fanatik sehat tak buta, tetap adil, dan tak merendahkan keyakinan orang lain

Lalu dengan keterikatan ini menjadikan mereka sepakat seiya sekata. Kendati apa yang mereka sepakati itu dalam kebatilan maupun kedzaliman. Masing-masing di antara meraka bersikukuh membela anggotanya meski mereka salah.

Fanatik semacam ini yang tidak dibenarkan dalam Islam. Karena atas nama golongan, kelompok atau ikatan tertentu yang sama menjadikan Anda buta untuk melihat segala sesuatu secara adil dan objektif.

Fanatik model ini sama saja dengan sengaja atau pun tidak menutup hati nurani dan mengabaikan akal sehat. Inilah yang kemudian membuat seseorang menjadi fanatik buta, dan hal ini merupakan hal yang dikecam dalam agama.

Sebab, fanatik buta ini sangat potensial untuk membuat siapapun bertindak tidak adil atau berbuat dzalim. Padahal sebesar apapun kebencian Anda pada kelompok atau golongan tertentu tidak boleh menjadikan Anda berbuat tidak adil.

“Wahai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu sebagai penegak keadilan karena Allah, (ketika) menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah. Karena (adil) itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (Al Maidah: 8).

Rasul juga mengecam sikap fanatik buta ini sebagaimana dalam sabdanya,


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi