Dzikir dan Dampaknya Yang Luas bagi Kehidupan Kita
Dzikir teh kudu merenah nempatkeunnana. Sabab sakuriling diri urang teh pinuh ku gogoda
Tak dapat dipungkiri bahwa dua fungsi yang paling menonjol dari qalbu adalah dzikir dan pikir (lihat QS Ali Imran/190-191). Dzikir tertuju kepada Allah. Pikir tertuju kepada fenomena alam.
Pikir itu bertanya, bertanya-tanya, atau mempertanyakan; proses analitik dan sintetik (‘aql); secara deduktif maupun induktif; yang akhirnya membawa orang kepada ‘penyeberangan’ (‘ibrah, going beyond) kepada noumena dan hikmah di wilayah metafisik yang menimbulkan keinsafan (dzikir, rasa dan kesadaran) akan adanya “Dia” sehingga terbentuk sumujudna, sumerahna, tawekalna, kabuletan tekadna wungkul ka Gusti Allah.
Baca juga: Mumpung Sehat Yuk Talqin Dzikir Sebelum Wafat
“Jadi urang sadaya sebagai hamba Allah ulah asa-asa nembongkeun pangabdian kalayan yakin, hate jeung rasa, urang tembrakkeun ka Allah.”
- Jangan pernah merasa “memiliki”; diri dan segala kemampuan kita (kecerdasan, kemauan, kesehatan, kekuatan, kekayaan) semuanya milik Allah. Maka segala problem yang terkait dengan itu semua “juga milik Allah”; jangan coba memikirkan dan menyelesaikannya sendiri; tembrakkeun ka Allah dulu; biarkan Allah yang menyelesaikannya, atau memberi petunjuk penyelesaiannya, atau memfasilitasi penyelesaiannya.
- Kita hadir di dunia membawa misi, tujuan dan target tertentu. Semua tugas itu juga milik Allah. Maka janganlah kita memastikan dapat menyelesaikan/menghasilkannya. Kewajiban kita hanya melaksanakan tugas, selebihnya tembrakkeun ka Allah.
“Tah maksud dzikir teh kudu merenah nempatkeunnana. Sabab sakuriling diri urang teh pinuh ku gogoda.”
Baca juga: Besarnya Faidah Talqin Dzikir Hadapi Sakaratulmaut
Jangan salah mengartikan dzikir sebagai alat tawar menawar dengan Allah, sehingga menganggap kalau sudah dzikir maka Allah harus memenuhi semua keinginan kita, kalau sudah dzikir maka semua semua maksud kita akan berhasil. Keserakahan itu adalah gogoda.
Jangan salah menggunakan dzikir untuk tujuan-tujuan selain ridha Allah, itulah ikhlas. Menjadi “dukun”, merasa mampu dan berkuasa dengan dzikir untuk menaklukkan dan menguasai makhluk lain atau takabbur, adalah gogoda.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

