Bedah Buku, “Jejak Abah Anom di Asia Tenggara: Dari Suryalaya untuk Dunia.”

Bedah buku “Jejak Abah Anom” ungkap dakwah TQN Suryalaya lintas Asia Tenggara

Salah satu kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka tasyakur Milad ke-120 Pondok Pesantren Suryalaya adalah bedah buku, “Jejak Abah Anom di Asia Tenggara: Dari Suryalaya untuk Dunia” karya Dr. Muhamad Kodir, M.Si (Wakil Rektor 1 IAILM, Ketua LDTQN Pondok Pesantren Suryalaya).

Kegiatan bedah buku tersebut dilaksanakan pada tanggal 24 Agustus 2025 bertempat di ruang Auditorium MTs. Serba Bakti Suryalaya. Peserta yang mengikuti acara bedah buku terdiri dari unsur akademisi, mubaligh, mahasiswa, dan pemerhati tasawuf. Salah satu peserta yang hadir adalah peneliti dari Universitas Ohio Jepang.

Buku “Jejak Abah Anom di Asia Tenggara: Dari Suryalaya untuk Dunia” karya Dr. Muhamad Kodir, M.Si. pada intinya menguraikan tentang kiprah dan perjuangan dakwah KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin atau yang lebih dikenal dengan Abah Anom.

Buku ini secara spesifik memotret bagaimana efektifitas dakwah beliau, khususnya melalui metode tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah (TQN) di berbagai negara di Asia Tenggara, dan bahkan sampai ke Timur Tengah.

Berikut adalah intisari dari buku tersebut:

  • Penyebaran Dakwah Berbasis Tasawuf. Buku ini menunjukkan bagaimana Abah Anom, sebagai mursyid atau guru spiritual, berhasil menyebarkan ajaran Islam yang berlandaskan tasawuf. Fokusnya bukan hanya pada syariat, tetapi juga pada pembinaan rohani umat melalui amalan zikir dan tarekat.
  • Peran Internasional Abah Anom. Abah Anom tidak hanya berpengaruh di Indonesia, tetapi juga memiliki jejak dakwah yang kuat di luar negeri. Buku ini secara rinci menyoroti peran beliau dalam menyebarkan ajaran TQN di negara-negara seperti Malaysia, Singapura, Thailand, Brunei, bahkan hingga Arab Saudi dan Mesir.
  • Efektivitas Metode Dakwah. Buku ini menggambarkan bagaimana karisma dan metode dakwah Abah Anom sangat efektif dalam menarik pengikut dan membina umat. Dakwah beliau tidak hanya menyentuh aspek spiritual, tetapi juga memberikan solusi untuk berbagai permasalahan hidup, seperti rehabilitasi bagi pecandu narkoba yang hingga kini masih berlanjut di Pondok Pesantren Suryalaya.
  • Melanjutkan Amanah Mursyid Sebelumnya. Karya ini juga menggarisbawahi bagaimana Abah Anom melanjutkan perjuangan dakwah dari ayahnya, Syaikh Abdullah Mubarok bin Nur Muhammad (Abah Sepuh), dengan tetap memegang teguh wasiat yang disebut “Tanbih” yang menekankan kepatuhan pada ajaran agama dan negara.

Baca juga: Bangkitkan Gairah Literasi, Forlita Gelar Bedah Buku

Secara keseluruhan, buku ini memberikan gambaran yang komprehensif tentang peran sentral Abah Anom dalam mengembangkan ajaran tasawuf modern yang relevan dengan kehidupan sehari-hari, dan menunjukkan bagaimana pengaruh dakwah beliau melampaui batas geografis Indonesia. []


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi