Bahagia Ketika Shalat
Orang yang mendirikan shalat itu seyogyanya wajahnya lepas (tanpa beban dan keluhan)
Nabi sendiri bersabda, “kondisi paling dekat seorang hamba dengan Tuhannya ialah pada saat ia sujud, maka perbanyaklah doa’ (di dalam sujud).” (HR. Muslim).
Apa yang diungkapkan oleh Ibnu Abbas sejalan dengan firman Allah Swt.
Katakanlah (Muhammad), “Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan.” (Yunus: 58).
Allah Swt telah memerintahkan untuk menjadikan fadhlullah wa rahmatuh (keutamaan dan rahmat-Nya) sebagai kebahagiaan yang besar. Yakni bahagia dengan syariat agama Islam yang diturunkan melalui perantara Rasulullah Saw, bahagia dengan kehadiran al Qur’an dan bahagia dengan Nabi Muhammad Saw termasuk ajaran dan tuntunannya.
Ibnu Katsir memahaminya agar kamu berbahagia dengan apa yang datang dari Allah Swt, baik itu petunjuk-Nya maupun agama yang direstui-Nya.
Dan salah satu syariat dalam Islam ialah shalat. Sehingga wajar Ibnu Abbas mengatakan bahwa shalat itu dilaksanakan dengan perasaan qalbu yang amat bahagia (syadid al farah).
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

