Bagaimana Membangun Jiwa Leadership Anak?

Salah satu yang diketengahkan itu ialah bagaimana pesan Luqman kepada anaknya

Muraqabah

(Lukman berkata), “Wahai anakku! Sungguh, jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di bumi, niscaya Allah akan memberinya (balasan). Sesungguhnya Allah Mahahalus, Mahateliti.” (QS. Luqman: 16).

Pemimpin yang tidak memiliki rasa takut (khasyah) kepada Allah akan banyak merugikan orang lain dan melenceng dari jalan yang benar.

Oleh karena itu, perlu ditanamkan rasa kagum dan memuliakan Allah, takut (khasyah), serta merasa diawasi Allah (muraqabah). Karena Allah pasti akan membalas sekecil apapun amal perbuatan seseorang.

Mendirikan Shalat

Wahai anakku! Laksanakanlah salat dan suruhlah (manusia) berbuat yang makruf dan cegahlah (mereka) dari yang mungkar dan bersabarlah terhadap apa yang menimpamu, sesungguhnya yang demikian itu termasuk perkara yang penting. (QS. Luqman: 17).

Anak perlu dididik menjadi orang yang mendirikan shalat dengan khusuk dan ikhlas. Shalat adalah bentuk penghormatan dan penghambaan diri pada Allah yang merupakan kebutuhan manusia. Shalat bisa melahirkan ketenangan batin dan mencegah seseorang dari perbuatan keji dan munkar.

Amar Ma’ruf Nahyi Munkar

Anak perlu dilatih dan ditanamkan nilai kepedulian. Semakin peduli, maka semakin tinggi pula jiwa kepemimpinan seseorang. Bentuk kepedulian itu dengan melakukan amar ma’ruf nahyi munkar.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi