Apa Bisa dengan Bertarekat Etos Kerja Meningkat?
Tarekat tingkatkan etos kerja dengan kesungguhan, disiplin, dan motivasi spiritual
Kesungguhan itu bukan hanya dalam melaksanakan kewajiban dan memenuhi hak namun juga bersungguh-sungguh meninggalkan keburukan. Sedangkan malas bekerja dan bekerja dengan lunglai adalah hal yang buruk.
Bahkan pengamal tarekat dituntut untuk membagi waktunya agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Itu sebabnya, dalam terekat dilatihkan dzikir agar tidak lalai (ghaflah) dalam bekerja dan disiplin terhadap waktu.
Kedua, metode dalam tarekat ialah agar pengamal tarekat membersihkan diri dari aneka sifat buruk, kotoran batin, dan menghiasnya dengan sikap mulia sehingga dalam setiap aktifitasnya (termasuk bekerja) ‘melihat’ Allah atau merasa diawasi-Nya.
Dengan begitu ia selalu terdorong untuk melakukan yang terbaik dengan performa terbaik. Sebagaimana orang bekerja tentu jadi lebih giat ketika merasa diawasi.
Melalui metode yang dilatihkan oleh guru Mursyid untuk menyingkirkan aneka motif buruk dan penyakit hati seperti iri, dengki, dendam, sombong, pelit dan ujub misalnya, maka performa kerja tentu bisa lebih maksimal.
Ditambah metode dalam tarekat ini ialah untuk melatih diri mengelola hawa nafsu agar bertindak skala prioritas. Tarekat sangat erat hubungannya dengan etos kerja untuk mendapatkan performa kerja optimal.
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

