Wejangan Abah Anom, Pentingnya Memelihara Karamah
Sebagian hal yang membahayakan bagi seorang murid ialah ia menuntut adanya mukasyafah
“Kita semua sudah diberi karomat (kemuliaan) oleh Allah, namun kebanyakan kita menyia-nyiakan karomat tersebut, karena kita lalai beribadah (dzikir) kepada-Nya. Sehingga kemudian karomat kita pun hilang (pudar). Oleh karena itu, untuk memelihara karomat tersebut, penting sekali bagi kita untuk selalu taat kepada Allah terutama dengan cara dzikrullah,” demikian wejangan Pangersa Abah Anom di bulan Dzulqa’dah tahun 1388 H.
KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin qs memberikan pernyataan yang menarik menyangkut karamah. Dalam wejangannya tersebut, disebutkan bahwa kita semua sejatinya sudah diberi karamah oleh Allah Swt. Padahal di saat yang sama sebagian orang berupaya dengan segala amaliahnya mencari dan mendambakannya. Karamah dijadikan sebagai “reward” atau capaian atas “tingkatan tertentu” yang berhasil diraihnya.
Sebagaimana diungkap Imam Abdullah bin Alawi Al Haddad dalam Risalah Adab Suluk Al Murid, diantara sebagian hal yang membahayakan bagi seorang murid ialah ia menuntut adanya mukasyafah dan kecenderungannya untuk mendapat aneka keramat dan hal-hal yang di luar kebiasaan.
Ungkapan bahwa kita semua sudah diberi karamah atau kemuliaan oleh Allah Swt, tentu memunculkan persepsi bahwa karamah bukan sesuatu yang dicari dan didambakan. Tetapi sudah ada, namun kita terlambat atau terhijab untuk menyadarinya.
Baca juga: Wejangan Pangersa Abah Anom Yang Universal
Pernyataan Pangersa Abah Anom itu sebetulnya sesuai dengan firman Allah Swt dalam surah Al Isra’: 70.
Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna.
Bukti lain bahwa Allah telah memberikan karamah ialah banyaknya makhluk Allah yang ditundukkan untuk kepentingan manusia.
Allah-lah yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air (hujan) dari langit, kemudian dengan (air hujan) itu Dia mengeluarkan berbagai buah-buahan sebagai rezeki untukmu; dan Dia telah menundukkan kapal bagimu agar berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan sungai-sungai bagimu. [Surah Ibrāhīm: 32]
Dan Dia telah menundukkan matahari dan bulan bagimu yang terus-menerus beredar (dalam orbitnya); dan telah menundukkan malam dan siang bagimu. [Surah Ibrāhīm: 33]
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

