Seni Mendidik Akhlak dengan Menggunakan Metode Pendekatan Bahasa

Berbicara perihal bahasa adalah hal yang begitu kuat kaitannya dengan akhlak

“Aku lebih menghargai orang yang beradab daripada berilmu. Kalau hanya berilmu iblispun lebih tinggi ilmunya daripada manusia.”

Tak heran memang para santri begitu antusias dalam melestarikan budaya ta’dzim ke para kiyai dalam aktifitas mereka sehari-hari, selain daripada menghormati para guru (ahli ilmu), mereka juga mengharap keberkahan hidup dari Allah Swt. melalui ta’dzimnya tersebut. Hingga Nabi Muhammad Saw. bersabda:

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ وَعَبْدُ الرَّحْمَنِ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ حَبِيبٍ عَنْ مَيْمُونٍ عَنْ أَبِي ذَرٍّ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَوْصِنِي قَالَ اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
قَالَ أَبِي وَكَانَ حَدَّثَنَا بِهِ وَكِيعٌ عَنْ مَيْمُونِ بْنِ أَبِي شَبِيبٍ عَنْ مُعَاذٍ ثُمَّ رَجَعَ.

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Waki’ dan Abdurrahman dari Sufyan dari Habib dari Maimun dari Abu Dzar ia berkata, Abdurrahman berkata, “Aku berkata kepada Rasulullah Saw, “Berilah aku wasiat!” Beliau menjawab, “Bertakwalah pada Allah di manapun kamu berada, iringilah setiap amal buruk dengan amal baik hingga ia dapat menghapusnya, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.” Bapakku berkata, “Waki’ menceritakannya kepada kami dari Maimun bin Abu Syabib, dari Mu’adz. Kemudian ia meralatnya kembali.” (Sunan Ahmad No. Hadits 20435, Bab Hadits Abu Dzar Al-Ghifari).

Beliau (Saw.) juga bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَو لِيَصْمُتْ

Artinya: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari).


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi