Rahasia Anak Shalih
Rabi’ah Al-Adawiyah adalah legenda perempuan shalihah dari generasi awal kaum Sufi
Untuk mendapatkan keturunan yang sholeh, Imam Syafi’i dalam satu nasehatnya, ada tiga hal yang harus diperhatikan orangtua:
Pertama, makanan/minuman halal (az-zâd al-halâl). Setelah dimasukkan ke dalam jasad, kondisi ruh menjadi terikat dengan jasad tersebut. Jasad yang terbentuk dari saripati makanan/minuman yang halal dapat menjaga kesucian ruh yang menempatinya. Maksud halal di sini, makanan/minuman itu sendiri terbuat dari bahan-bahan yang halal, dan makanan/minuman tersebut diperoleh dengan jalan yang halal pula. Sebaliknya, jasad yang terbentuk dari makanan/minuman yang tak jelas halal-haramnya (syubhat), apalagi yang jelas keharamannya, dapat mengotori kesucian ruh. Rasulullah SAW bersabda:
“Wahai Sa’ad, perbaikilah (murnikanlah) makananmu, niscaya kau menjadi orang yang terkabul do’anya. Demi yang jiwa Muhammad dalam genggaman-Nya, sesungguhnya seorang hamba melontarkan sesuap makanan yang haram ke dalam perutnya maka tidak akan diterima amal kebaikannya selama empat puluh hari. Siapapun yang dagingnya tumbuh dari yang haram maka api neraka lebih layak membakarnya.” (HR. Ath-Thabrani).
Setelah dikonsumsi, makanan/minuman haram akan menjadi awan hitam yang menutupi cahaya ruh. Kisah di atas menggambarkan kehati-hatian seorang ayah menafkahi putrinya yang baru lahir. Bahkan ia tidak mau sembarangan menerima apalagi meminta sesuatu dari orang lain. Akhirnya Allah langsung yang memenuhi kebutuhannya lewat tangan Gubernur Basrah.
Kedua, do’a orangtua. Orangtua adalah termasuk yang do’anya mustajab. Oleh karenanya, harus sering berdo’a untuk anak-anaknya. Rasulullah SAW bersabda:
“Ada tiga do’a yang tidak tertolak yaitu do’a orang tua, do’a orang yang berpuasa dan do’a seorang musafir.” (HR. Al Baihaqi).
Namun, tidak hanya anak, orangtua pun tubuhnya harus dijaga dari asupan makanan/minuman yang tidak halal, karena makanan/minuman yang haram menjadi sebab tertolaknya do’a. Rasulullah SAW bersabda:
“Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, ‘Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!’ Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima do’a itu?” (HR Muslim)
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______

