Pesan Abah Anom Agar Pengamal TQN Belajar Ilmu Keislaman

Selain meningkatkan amaliah, Pangersa Abah Anom berharap kepada segenap murid pengamal TQN Pontren Suryalaya untuk terus belajar ilmu-ilmu keislaman. Itu semua dilakukan demi penyempurnaan amaliah.

Pesan tersebut bisa dilihat dalam Maklumat No: 43.PPS.XII.1994, “Di samping meningkatkan amaliah, juga harus terus menambah dan meningkatkan ilmu pengetahuan, baik ilmu fiqh, ilmu kalam/tauhid, dan ilmu tasawuf, dalam rangka penyempurnaan pelaksanaan amaliah TQN,” demikian poin 3.3 dalam maklumat yang ditandatangani KH. Ahmad Shohibulwafa Tajul Arifin pada 14 Desember 1994.

Ilmu keislaman yang dimaksud ialah Ilmu fiqih, ilmu tauhid, dan ilmu tasawuf. Ketiganya memang bisa dibilang tidak terpisahkan satu sama lain. Sebagaimana disampaikan Syekh Abul Abbas Ahmad Zarruq Al Fasi (w. 899 H) dalam Qawaidut Tasawuf.

فلا تصوف إلا بفقه إذ لا تعرف أحكام الله الظاهرة إلا منه، ولا فقه إلا بتصوف إذ لا عمل إلا بصدق وتوجه، ولا هما إلا بإيمان إذ لا يصح أحد منهما بدونه فلزم الجميع لتلازمها فى الحكم متلازمة الأرواح الأجساد ، إذ لا وجود لها إلا فيها كما لا كمال له إلا بها، فافهم

Tidak ada tasawuf kecuali dengan fikih, karena hukum-hukum Allah yang dzahir tidak akan diketahui kecuali dengannya (ilmu fiqih). Tidak ada fikih kecuali dengan tasawuf, karena tidak ada amal kecuali harus disertai dengan ketulusan (shidq) dan konsentrasi (tawajjuh) kepada Allah. Dan tidak ada keduanya (tasawuf dan fikih) kecuali dengan adanya iman, karena keduanya tidak akan sah tanpa iman. Semuanya merupakan keharusan, karena semuanya saling berkaitan, sebagaimana hubungan antara jasad dan roh. Tidak ada roh kecuali dalam jasad, dan tidak ada kehidupan bagi jasad kecuali dengan adanya roh. Maka pahamilah!

Baca juga: Ilmu Amaliah Amal Ilmiah Dahulukan Ilmu Baru Amal

Selaras dengan itu, Syekh Al ‘Allamah Abdul Aziz Asy Syahawi Al Husaini, seorang ulama besar Al Azhar Mazhab Syafi’i juga berkata:

يجب على كل مسلم أن يتعلم من علم الفقه ما يصحح به طاعته، ومن علم التوحيد ما يصحح به عقيدته، ومن علم التصوف ما يصحح به قلبه

Wajib bagi setiap muslim untuk mempelajari ilmu fiqih yang dengannya bisa meluruskan ketaatannya, ilmu tauhid yang dengannya bisa membenahi aqidahnya, ilmu tasawuf yang dengannya bisa memperbaiki qalbunya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh pengarang ‘Ianatut Thalibin Sayyid Abi Bakr bin Muhammad Syatha Ad Dimyathi dalam karyanya Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya’ yang mensyarah kitab Hidayat al-Adzkiya’ ila Thariq al-Awliya’

يعني يجب عليك أيها السالك الراغب فيما يوصلك الى رضا الله ورسوله أن تتعلم علما يصحح طاعتك وعبادتك من وضوء وصلاة وصوم وزكاة وحج ومعاملة على وفق الشريعة المطهرة إذ العمل من غير علم باطل

Wajib bagimu wahai salik yang mendamba sampai pada ridha Allah dan Rasul-Nya untuk mempelajari ilmu yang meluruskan ketaatanmu dan ibadahmu, di antaranya wudhu, shalat puasa, zakat, haji, mua’amalah sesuai syariat yang suci. Karena beramal tanpa ilmu adalah batal (ilmu fiqih).

Baca juga: Jangan Sembarang Mengaku Sufi Tasawuf Itu Ilmu dan Amal

قال ابن رسلان فى زبده :وكل من بغير علم يعمل * أعماله مردودة لاتقبل

Ibnu Ruslan berkata dalam Zubadnya, dan setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalannya ditolak tidak diterima.

ويجب عليك أيضا أن تتعلم علما يصحح اعتقادك بأن يكون على وفق ماذهب اليه أهل السنة والجماعة وذلك لتحترز به عن الاعتقادات الفاسدة كاعتقاد المعتزلة والجبرية والمجسمة

Wajib juga bagimu mempelajari ilmu yang membenahi aqidahmu agar sesuai dengan mazhab ahlus sunnah wal jama’ah. Hal itu agar kamu bisa menjaga diri dari aneka aqidah yang rusak seperti aqidah mu’tazilah, jabariyah, dan mujassimah (ilmu tauhid).

ويجب عليك أيضا أن تتعلم علما يزكى القلب و يطهره من الأخلاق الذميمة كالكبر والرياء والحسد والحرص وغيرها من أمراض القلب

Kemudian, wajib pula bagimu untuk mempelajari ilmu untuk menyucikan qalbu dan membersihkannya dari akhlak yang tercela seperti sombong, riya’, hasad, rakus, dan penyakit qalbu lainnya (ilmu tasawuf).

Baca juga: Ketika Nabi Lebih Memilih Majelis Ilmu

Dengan demikian, imbauan Pangersa Abah Anom untuk mempelajari ketiganya patut mendapat perhatian dari segenap ikhwan akhwat, karena jalan menuju Allah mesti dengan ilmu, nabi Muhammad Saw bersabda:

مَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَبْتَغِي فِيهِ عِلْمًا ؛ سَلَكَ اللَّهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ، وَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ لَتَضَعُ أَجْنِحَتَهَا رِضًا لِطَالِبِ الْعِلْمِ، وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ، حَتَّى الْحِيتَانُ فِي الْمَاءِ

Siapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah Swt akan memudahkan baginya jalan menuju surga. Sesungguhnya para Malaikat meletakkan sayap-sayapnya bagi orang yang menuntut ilmu karena ridha dengan yang diperbuatnya. Dan bahwa penghuni langit dan bumi serta ikan yang ada di lautan itu senantiasa memintakan ampun kepada orang yang ‘alim (berilmu). (HR. Tirmidzi).

Rekomendasi