“Penglihatan” Syekh Tolhah: Godebag Tempat Terbaik Kembangan TQN

Kisah Syekh Mubarok pindah dari Tundagan ke Godebag demi dakwah dan masa depan TQN

Kampung Cisero adalah kampung orang tua Syekh Mubarok yaitu Raden Nur Muhammad yang bertugas sebagai Upas Kecamatan Tarikolot. Upas adalah Polisi Pamong Praja zaman kolonial, bertugas sebagai aparat keamanan kecamatan).

Di Cisero tidak cukup lama karena gangguan dari mereka yang belum memahami tarekat ternyata cukup besar. Selain itu, lokasinya pun kurang sesuai untuk tempat pendidikan dan mudah terlihat oleh aparat pemerintah Belanda.

Dari Cisero pesantren dipindahkan ke Kampung Godebag, 2,5 km arah ke timur Cisero, sekitar tahun 1904. Di Kampung Godebag, Desa Tanjungkerta, Syekh Mubarok segera membangun masjid dan rumah-rumah untuk tempat tinggal keluarga dan santri yang mondok.

Setiap perpindahan pondok dari Tundagan ke Cisero dan akhirnya ke Godebag, Syekh Mubarok selalu melaporkan, memohon izin dan restu Syekh Tolhah.

Abah Sepuh.

Di Godebag inilah Syekh Mubarok berkenalan dengan penjara Tasikmalaya. Karena keadaan menjadi lebih tidak menyenangkan, Syekh Mubarok mengajukan usul kepada Syekh Tolhah untuk diizinkan mencari tempat lain yang lebih aman. Tempat yang jauh dari tekanan aparat kolonial Belanda dan ulama-ulama yang belum bisa menerima tarekat.

Baca juga: Kisah Abah Sepuh Berguru ke Syekh Tolhah

Permohonan Syekh Mubarok ditolak Syekh Tolhah. Menurut “penglihatan” Syekh Tolhah, Godebag (akhirnya menjadi Suryalaya) mempunyai masa depan yang gemilang.


Sekarang traktir Tim TQNNEWS gak perlu ribet, sat-set langsung sampe!
Terima kasih ya sudah support kami. Salam cinta penuh kehangatan :)
https://sociabuzz.com/tqnn/tribe
______
Rekomendasi